MENU
Komet C/2026 A1 (MAPS) Dekati Matahari, Saksikan Fenomena Langit Spekt...
WA FB
Sains & Teknologi

Komet C/2026 A1 (MAPS) Dekati Matahari, Saksikan Fenomena Langit Spektakuler

J Editor : Jansen Siahaan | 04 Apr 2026 | 21:11 WIB
Komet C/2026 A1 (MAPS) Dekati Matahari, Saksikan Fenomena Langit Spektakuler
Ilustrasi Komet C2026 A1. (vitotechnology)

Pematangsiantar, Sinata.id — Komet C/2026 A1 (MAPS), anggota langka dari keluarga komet 'sungrazer' Kreutz, dijadwalkan mendekati Matahari pada 4 April 2026.

Fenomena ini memicu antusiasme astronom amatir dan profesional karena potensinya menampilkan pemandangan langit yang spektakuler, meskipun ada risiko komet hancur akibat panas dan gravitasi Matahari.

Komet ini diperkirakan mencapai perihel titik terdekat dengan Matahari pada jarak sekitar 162.000 hingga 800.000 kilometer dari permukaan Matahari. Kedekatan ekstrem ini menghadirkan dua kemungkinan: komet akan bersinar sangat terang, berpotensi secerah Venus, atau justru hancur.

Nama C/2026 A1 (MAPS) mengikuti skema penamaan standar astronomi. Huruf 'C' menunjukkan komet non-periodik dengan periode orbit panjang. Angka '2026 A1' merujuk pada periode penemuan, yaitu paruh pertama Januari 2026. 'MAPS' adalah singkatan dari nama empat astronom amatir penemunya: Maury, Attard, Parrott, dan Signoret, melalui program observasi di Chili.

Komet ini termasuk dalam kelompok Kreutz, dinamai dari astronom Jerman Heinrich Kreutz, yang terdiri dari ribuan komet yang diyakini berasal dari satu komet raksasa berdiameter sekitar 100 kilometer yang pecah ribuan tahun lalu. Komet Kreutz dikenal sebagai 'sungrazer' karena lintasannya yang sangat dekat dengan Matahari.

Risiko dan Potensi Penampakan

Astrofisikawan Harald Krüger dari Max Planck Institute for Solar System Research menekankan bahwa kemungkinan komet ini hancur cukup tinggi akibat suhu ekstrem di dekat Matahari. Namun, jika inti komet berhasil bertahan, ia akan bersinar terang, memancarkan cahaya lembut, dan menampilkan ekor yang mengesankan dari gas dan debu.

Beberapa komet Kreutz sebelumnya, seperti C/2011 W3 (Lovejoy), telah menghadirkan pertunjukan langit yang menakjubkan. Portal Science Alert menyebut bahwa komet C/2026 A1 (MAPS) bisa menjadi "komet besar" atau hancur total, tergantung kondisi perihelnya.

Waktu dan Lokasi Observasi

Pengamat di Eropa Tengah disarankan mengamati komet ini pada senja 4 dan 5 April 2026, segera setelah Matahari terbenam, di ufuk barat rendah. Kecerahan komet diperkirakan mencapai magnitudo -4 hingga -5, setara Venus.

Peringatan penting: jangan melihat Matahari langsung dengan mata telanjang, teropong, atau teleskop. Observasi aman hanya dapat dilakukan setelah Matahari sepenuhnya terbenam. Venus dapat dijadikan panduan orientasi di langit malam. Aplikasi peta bintang dan citra dari SOHO ESA dan NASA juga membantu melacak jalur komet.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.