MENU
Kondisi Ibu dan Anak Korban Penyiraman Air Keras, Polisi Kejar Dua Pel...
WA FB
Regional

Kondisi Ibu dan Anak Korban Penyiraman Air Keras, Polisi Kejar Dua Pelaku

R Editor : Redaksi Sinata | 02 May 2025 | 01:15 WIB
Kondisi Ibu dan Anak Korban Penyiraman Air Keras, Polisi Kejar Dua Pelaku
Ibu rumah tangga dan anaknya menjadi korban penyiraman air keras oleh dua pria tak dikenal saat melintas di pagi hari.

Sukabumi, Sinata.id - Peristiwa tragis menimpa seorang ibu rumah tangga dan anaknya yang masih berusia 10 tahun di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Keduanya menjadi korban penyiraman air keras oleh dua pria tak dikenal saat melintas di Jalan Sudajaya, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kamis (1/5/2025) pagi.

Ibu dan Anak Jadi Korban Penyiraman Air Keras

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, ketika korban, YA (37), tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat berpelat nomor F-6428-UAJ, bersama anaknya, R (10). Menurut keterangan Kepolisian Resor Sukabumi Kota, kasus ini saat ini tengah ditangani oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Baros.

"Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan dengan modus penyiraman cairan kimia terhadap korban YA dan anaknya R. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit," ujar Kepala Seksi Humas Polres Sukabumi Kota, AKP Astuti Setyaningsih.

Pelaku diketahui mengendarai sepeda motor dan menyerang secara tiba-tiba saat berpapasan dengan korban. Tanpa memberi kesempatan untuk menghindar, pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke tubuh kedua korban.

Akibat kejadian tersebut, YA mengalami luka bakar serius di wajah, dada, lengan, punggung, dan paha. Sementara sang anak turut mengalami luka di dada, punggung, serta bagian tubuh lainnya.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD R. Syamsudin, SH oleh kerabatnya yang kebetulan berada di lokasi kejadian. Kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor milik korban, kaleng bekas cairan kimia, pakaian dan jilbab yang dikenakan korban, serta helm berwarna biru-kuning.

"Untuk saat ini korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam penanganan medis. Namun kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi guna mengidentifikasi pelaku," tambah Astuti.

Pihak keluarga korban mengonfirmasi bahwa YA dan anaknya sedang dalam perjalanan meninggalkan rumah di Perum Sindangpalai untuk bekerja dan mengantar anaknya. "Saya sedang menuju Pelabuhanratu, tiba-tiba mendengar keributan di jalan. Ternyata keponakan saya menjadi korban penyiraman air keras," ujar Iing (54), paman korban.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.