MENU
Konten Absurd Mudah Viral: Mengapa \"Brainrot\" Begitu Digemari di Med...
WA FB
News

Konten Absurd Mudah Viral: Mengapa \"Brainrot\" Begitu Digemari di Media Sosial?

R Editor : Redaksi Sinata | 23 Aug 2025 | 17:23 WIB
Konten Absurd Mudah Viral: Mengapa \"Brainrot\" Begitu Digemari di Media Sosial?
Ilustrasi.

Sinata.id - Di sela kesibukan, banyak orang memilih membuka media sosial seperti TikTok atau Instagram Reels sekadar untuk melepas penat. Namun, alih-alih menemukan hiburan dengan alur cerita yang jelas, justru yang muncul adalah video-video aneh nan absurd.

Mulai dari potongan wajah tanpa ekspresi dengan latar suara teriakan, seekor kucing diam di atas nasi goreng diiringi musik remix religi, hingga anak kecil yang memutar kursi kantor diberi keterangan “aku waktu tahu dia nggak balas chat.” Anehnya, tanpa sadar kita ikut tertawa. Padahal, tak ada punchline, tak ada alur narasi.

Rasa ingin tahu membuat kita terus menggulir layar. Muncul lagi video dengan editan glitch, disusul potongan sinetron lama yang dibuat berlebihan, atau bahkan gambar sapi yang dipadukan dengan suara karakter anime. Absurd memang, tapi tetap membuat banyak orang betah menonton. Fenomena ini dikenal dengan istilah brainrot, sebuah tren di mana otak lebih mencari sensasi instan daripada makna.

Dari Istilah Serius Menjadi Budaya Internet

Secara harfiah, brainrot berarti kerusakan otak. Namun, di dunia maya istilah ini bergeser menjadi sebutan bagi kondisi ketika seseorang terlalu sering mengonsumsi konten aneh dan tak masuk akal hingga merasa “error.”

Konten yang disebut brainrot biasanya memiliki ciri khas: durasi singkat, intens, lucu dengan cara yang absurd, terkadang mengganggu tetapi tetap menghibur, serta menimbulkan keinginan untuk menonton lagi. Contohnya adalah tren edit core, filter “Shrek sayang kamu”, potongan sinetron 2000-an dengan transisi glitch, atau video tanpa konteks yang diberi caption kocak.

Fenomena ini kini menjadi bagian dari budaya digital. Bagi sebagian orang, justru konten tak masuk akal inilah yang terasa paling menghibur.

Mengapa Konten Absurd Mudah Viral?

Jawabannya sederhana: kelelahan mental. Dalam era penuh tekanan dan banjir informasi, otak manusia membutuhkan hiburan ringan yang tidak perlu ditafsirkan. Konten absurd menawarkan kejutan singkat yang mampu memicu dopamin tanpa perlu dipikirkan dalam-dalam.

Algoritma media sosial juga memperkuat tren ini. Semakin sering pengguna menonton video absurd, semakin sering pula konten serupa ditawarkan. Alhasil, tanpa disadari, pengguna larut dalam pola konsumsi hiburan instan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.