Pemerintah mencatat 334 korban meninggal, hampir 400 warga hilang, 80.000 orang mengungsi, dan 120.000 lainnya bertahan di pusat penampungan.
Di antara korban hilang, terdapat lima personel angkatan laut yang terseret arus ketika memperbaiki instalasi air di Laguna Chalai.
Fasilitas listrik, jaringan telekomunikasi, hingga penyaring air mengalami kerusakan masif.
Militer Sri Lanka, naik darat, laut, dan udara, diturunkan penuh untuk operasi penyelamatan.
Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlanjut
Pakar meteorologi memperingatkan bahwa curah hujan ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan seiring pergerakan kedua siklon.
Beberapa negara melaporkan layanan publik berada pada titik kritis, sementara tim evakuasi bekerja tanpa henti.
Dengan masih banyak wilayah yang belum bisa diakses, para pejabat menyebut angka korban kemungkinan besar akan terus bertambah.
Asia kini berada pada fase darurat yang belum terlihat ujungnya. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.