Jakarta, Sinata.id – Pihak kepolisian mengungkap kronologi penemuan selebgram Lula Lahfah yang ditemukan meninggal dunia di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa jenazah Lula Lahfah pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan apartemen. Penemuan tersebut bermula dari kekhawatiran Asisten Rumah Tangga (ART) yang tidak mendapatkan respons saat mengetuk pintu unit korban.
“Korban ditemukan oleh petugas keamanan setelah ada kekhawatiran dari ART karena pintu tidak dibuka saat diketuk,” ujar Budi Hermanto kepada awak media, Jumat (23/1/2026).
Budi menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, Lula Lahfah diketahui tengah mengalami gangguan kesehatan sebelum peristiwa tersebut terjadi.
“Diketahui kondisi kesehatan korban memang sedang kurang sehat,” lanjutnya.
Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah Lula Lahfah langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, untuk penanganan lebih lanjut.
“Saat ini jenazah telah dibawa ke RS Fatmawati,” ungkap Budi.
Sementara itu, aparat kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mendalami penyebab kematian korban.
“Petugas masih melakukan olah TKP untuk pendalaman peristiwa tersebut,” kata Budi.
Hingga kini, penyebab kematian Lula Lahfah belum dapat dipastikan. Kepolisian menyarankan agar dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian secara ilmiah.
“Untuk memastikan penyebab kematian, perlu dilakukan autopsi secara scientific,” ucapnya.
Sebelumnya, Lula Lahfah diketahui sempat menjalani perawatan di rumah sakit sejak akhir 2025. Ia menjalani perawatan intensif selama beberapa hari akibat sejumlah penyakit yang dideritanya.
Melalui unggahan di media sosial TikTok, Lula Lahfah sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya saat menjawab pertanyaan warganet.
“Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, GERD,” tulisnya dalam kolom komentar.
Selain itu, kepolisian juga menemukan sejumlah obat-obatan serta dokumen medis berupa surat rawat jalan rumah sakit di unit apartemen korban yang berada di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menyampaikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Namun, ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Indonesia (RSPI),” ujar Murodih, Sabtu (24/1/2026).
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.