MENU
Kue Talam Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Jajanan Tradisional Fa...
WA FB
Wisata & Kuliner

Kue Talam Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Jajanan Tradisional Favorit Semua Generasi

J Editor : Jansen Siahaan | 17 May 2026 | 12:05 WIB
Kue Talam Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Jajanan Tradisional Favorit Semua Generasi
Ilustrasi kue talam ubi merah. (shutterstock)

Adonan umumnya dibuat dalam dua lapisan. Lapisan bawah memiliki rasa manis dengan aroma pandan atau ubi, sedangkan lapisan atas dibuat dari santan gurih yang menciptakan keseimbangan rasa.

Harga Terjangkau dan Mulai Masuk Kafe Modern

Selain lezat, kue talam juga dikenal sebagai makanan yang relatif terjangkau. Harga satu potong kue talam di pasar tradisional berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 tergantung ukuran dan bahan yang digunakan.

Hal tersebut membuat kue talam tetap menjadi pilihan masyarakat dari berbagai kalangan.

Kini, kue talam tidak hanya dijual di pasar tradisional, tetapi juga mulai hadir di kafe dan toko roti modern. Beberapa pelaku usaha bahkan menghadirkan inovasi baru seperti talam matcha, talam cokelat, hingga talam keju untuk menarik minat generasi muda.

Meski demikian, banyak pecinta kuliner berharap cita rasa asli kue talam tetap dipertahankan agar tidak kehilangan identitas tradisionalnya.

Simbol Pelestarian Budaya

Pemerhati budaya kuliner, Rahmat Hidayat, menilai keberadaan kue tradisional seperti kue talam memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya Indonesia.

Menurutnya, makanan tradisional bukan sekadar konsumsi sehari-hari, melainkan bagian dari identitas bangsa yang harus terus dilestarikan.

“Kue tradisional menyimpan cerita sejarah dan budaya. Jika generasi muda tidak dikenalkan sejak sekarang, lama-kelamaan bisa tergeser oleh makanan modern,” katanya.

Sejumlah pemerintah daerah juga mulai aktif mempromosikan jajanan tradisional melalui festival kuliner dan kegiatan UMKM.

Dalam berbagai acara budaya, kue talam kerap menjadi salah satu sajian utama yang diperkenalkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Di era digital, promosi kue talam juga semakin berkembang melalui media sosial. Banyak pelaku usaha membagikan tampilan menarik kue talam secara daring untuk menarik perhatian konsumen muda.

Meski menghadapi tantangan seperti kenaikan harga bahan baku dan persaingan dengan makanan modern, kue talam diperkirakan tetap bertahan sebagai salah satu jajanan tradisional favorit masyarakat Indonesia.

Perpaduan rasa manis dan gurih yang khas, harga terjangkau, serta nilai budaya yang kuat menjadi alasan utama mengapa kue talam tetap diminati lintas generasi. (palposdisway/AO2)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.