Tak hanya itu, praktik manipulasi data alamat juga menjadi kendala serius. Sejumlah calon penerima menggunakan alamat KTP yang berbeda dari tempat tinggal sebenarnya, misalnya dengan mencantumkan alamat kerabat.
Data yang tidak akurat ini berpotensi memengaruhi hasil survei kelayakan, karena kondisi tempat tinggal menjadi salah satu indikator dalam penilaian penerima bantuan. (A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.