MENU
Kurs Dolar AS Hari Ini 22 Februari 2026, Rupiah Masih dalam Tekanan Mo...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Kurs Dolar AS Hari Ini 22 Februari 2026, Rupiah Masih dalam Tekanan Moderat

J Editor : Jansen Siahaan | 22 Feb 2026 | 16:25 WIB
Kurs Dolar AS Hari Ini 22 Februari 2026, Rupiah Masih dalam Tekanan Moderat
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id – Pergerakan nilai tukar kembali menjadi perhatian di akhir pekan. Banyak masyarakat, pelaku usaha, hingga investor memantau kurs dolar AS hari ini, Minggu (22/2/2026), guna memastikan keputusan keuangan tetap aman dan terukur.

Rupiah masih bergerak dalam tekanan moderat. Meski belum menunjukkan pelemahan tajam, sentimen global terutama dari Amerika Serikat (AS) membuat pasar cenderung berhati-hati. Setiap pernyataan otoritas moneter AS berpotensi langsung memengaruhi nilai tukar.

Update Kurs Dolar AS ke Rupiah

Berdasarkan pantauan di sejumlah bank nasional, kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp15.680 hingga Rp15.770, bergantung pada jenis kurs dan kebijakan masing-masing bank.

Rincian kurs di bank nasional:

BCA

Kurs beli: Rp15.705. Kurs jual: Rp15.765.

Bank Mandiri

Kurs beli: Rp15.690. Kurs jual: Rp15.750.

BRI

Kurs beli: Rp15.700. Kurs jual: Rp15.770.

BNI

Kurs beli: Rp15.695. Kurs jual: Rp15.760.

CIMB Niaga

Kurs beli: Rp15.680. Kurs jual: Rp15.745.

Perlu diingat, kurs beli adalah harga saat bank membeli dolar dari nasabah, sedangkan kurs jual adalah harga saat nasabah membeli dolar dari bank. Nilai tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar.

Mengapa Rupiah Masih Tertekan?

Pergerakan USD terhadap rupiah dipengaruhi sejumlah faktor eksternal dan domestik.

1.Penguatan indeks dolar global Indeks dolar AS masih relatif kuat di pasar internasional. Ketika dolar menguat secara global, mata uang negara berkembangtermasuk rupiahcenderung tertekan. Kondisi ini membuat rupiah bergerak hati-hati di kisaran Rp15.700-an sepanjang pekan terakhir.

2.Sentimen suku bunga The Fed Pasar masih menunggu arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve. Jika suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama, dolar berpotensi semakin kuat sehingga menambah tekanan terhadap rupiah.

3.Faktor domestik sebagai bantalan Di sisi lain, kondisi ekonomi dalam negeri relatif stabil. Inflasi Indonesia terkendali dan cadangan devisa tetap terjaga. Stabilitas ini menjadi bantalan agar pelemahan rupiah tidak terlalu dalam.

Tren Rupiah Sepekan Terakhir

Dalam sepekan terakhir, rupiah bergerak di rentang Rp15.650 hingga Rp15.800 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan pola sideways atau konsolidasi karena pelaku pasar masih bersikap wait and see.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.