MENU
Lampaui Batas Normal, Pria ini Punya 42 Gigi- Cetak Rekor Dunia
WA FB
Dunia

Lampaui Batas Normal, Pria ini Punya 42 Gigi- Cetak Rekor Dunia

T Editor : Tumpal Pandapotan | 14 Mar 2026 | 11:10 WIB
Lampaui Batas Normal, Pria ini Punya 42 Gigi- Cetak Rekor Dunia
Ilustrasi

Kuala Lumpur, Sinata.id - Seorang pria asal Malaysia, Prathab Muniandy (42), resmi dinobatkan sebagai pemegang rekor Guinness World Records untuk kategori jumlah gigi terbanyak di dunia pada pria.

Muniandy tercatat memiliki total 42 gigi permanen, melampaui rata-rata orang dewasa normal yang biasanya hanya memiliki 32 gigi.

Kondisi unik ini baru disadari Muniandy secara bertahap saat ia memasuki usia kepala tiga. Penemuan tersebut bermula dari sesi makan malam keluarga pada tahun 2021 yang memicu rasa penasaran untuk menghitung jumlah giginya secara manual.

"Kami menghitung bersama dan menemukan bahwa saya memiliki 38 gigi saat itu. Rontgen gigi kemudian menunjukkan bahwa ada empat gigi lagi yang belum tumbuh," cerita Muniandy sebagaimana dikutip dari IFLScience.

Pada awal 2023, seluruh gigi tambahan tersebut telah tumbuh sempurna hingga mencapai jumlah 42 buah.

Meski memiliki jumlah di atas normal, Muniandy mengaku sebagian besar gigi tambahannya tumbuh dengan rapi tanpa menimbulkan komplikasi medis yang berarti, meski memerlukan perawatan kebersihan yang lebih intensif.

Dalam tinjauan medis, kondisi yang dialami Muniandy dikenal dengan istilah hiperdontia. Fenomena ini tergolong langka, dengan prevalensi hanya menyerang sekitar 0,1 hingga 3,8 persen dari populasi global.

Spesialis gigi, Dr Ollie Jupes, menjelaskan bahwa munculnya gigi berlebih ini umumnya dipicu oleh faktor genetik atau adanya gangguan pada lamina gigi, yaitu kumpulan sel yang menjadi cikal bakal terbentuknya gigi pada masa pertumbuhan janin.

Meskipun dalam kasus Muniandy gigi tersebut tumbuh lurus, Jupes memperingatkan bahwa hiperdontia tetap membawa risiko kesehatan jangka panjang jika tidak dipantau secara medis.

Beberapa potensi masalah yang dapat muncul antara lain:

Disfungsi Rahang: Ketidakmampuan rahang untuk menutup dengan sempurna (oklusi) jika posisi gigi tambahan mengganjal.

Risiko Karies dan Gusi: Penumpukan gigi yang terlalu rapat menyulitkan proses pembersihan, sehingga sisa makanan mudah mengendap dan memicu pembusukan.

Stagnansi Pertumbuhan: Gigi tambahan dapat menghalangi pertumbuhan gigi normal lainnya.

Secara medis, pencabutan gigi tambahan tidak selalu bersifat wajib. Tindakan operatif hanya direkomendasikan jika keberadaan gigi tersebut mulai mengganggu fungsi pengunyahan, estetika, atau menyebabkan masalah kebersihan mulut yang kronis.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.