Sinata.id - Ada pepatah lama yang bilang, “Luka di hati bisa lebih berbahaya dari luka di tubuh.” Kalimat itu tampaknya menggambarkan kisah kelam seorang pria di Mojokerto yang berubah dari mantan menantu biasa menjadi pelaku percobaan pembunuhan terhadap mantan mertuanya sendiri. Semua berawal dari rasa sakit hati karena ajakan rujuk yang tak pernah diindahkan.
Jumat malam, (3/10/2025), suasana Dusun Muteran, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, awalnya tenang. Namun sekitar pukul 20.30 WIB, dentuman senapan angin memecah sunyi. Seorang pria lanjut usia bernama Kayi, 93 tahun, roboh tertembak di bagian dada.
Tak disangka, pelakunya adalah mantan menantunya sendiri, AJB (44), warga setempat yang rupanya sudah menyiapkan rencana itu sejak dua hari sebelumnya.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama, memastikan aksi ini bukan spontanitas.
“Pelaku mengakui telah merencanakan pembunuhan terhadap korban, yang merupakan mantan mertuanya sendiri,” ungkapnya.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa AJB membeli senapan angin merek Benjamin Franklin kaliber 4,5 mm lengkap dengan amunisi hanya dua hari sebelum kejadian.
Sejak 1 Oktober, ia sudah bersembunyi di area persawahan, mengamati rumah korban, menunggu waktu yang tepat untuk mengeksekusi dendamnya.
Pada malam kejadian, AJB berjalan kaki menuju rumah korban sambil membawa senapan yang sudah dipompa empat kali. Ia bersembunyi di balik pohon pisang selama sekitar 30 menit, menunggu korbannya lewat.
Begitu melihat sang kakek pulang dari rumah tetangga, ia menembak dari jarak sekitar 12 meter. Peluru logam melesat cepat, menembus dada korban.
“Korban sempat terhuyung namun masih berdiri. Setelah menembak satu kali, pelaku langsung melarikan diri ke area persawahan dan membuang senjata beserta pelurunya di tanaman jagung,” jelas AKP Fauzy.
Korban Selamat, Pelaku Dibekuk Setelah Sepekan Buron
Beruntung, nyawa sang kakek berhasil diselamatkan. Meski proyektil masih bersarang di tubuhnya, tim medis belum bisa melakukan operasi pengangkatan karena kondisi fisiknya yang lemah di usia senja.
Kasus ini sempat membingungkan warga. Banyak yang mengira suara letusan berasal dari peluru nyasar. Tak ada yang melihat siapa pelakunya malam itu. Namun penyelidikan Unit Resmob Polres Mojokerto membuahkan hasil.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.