MENU
Mahasiswa UMA Medan Tewas di Tangan Teman Sendiri Usai “Nyimeng” Baren...
WA FB
News

Mahasiswa UMA Medan Tewas di Tangan Teman Sendiri Usai “Nyimeng” Bareng

R Editor : Redaksi Sinata | 19 Nov 2025 | 17:52 WIB
Mahasiswa UMA Medan Tewas di Tangan Teman Sendiri Usai “Nyimeng” Bareng
Muhammad Rasya Hasibuan (19), nekat menghabisi teman dekatnya usai menghisap ganja bersama karena terdesak cicilan sepeda motor. (Dok. Polrestabes Medan)

Sinata.id - Seorang mahasiswa UMA (Universitas Medan Area), Bonio Raja Gadja (18), ditemukan tewas di rumahnya di Desa Marindal II, Patumbak, Deli Serdang, setelah diselidiki polisi, korban yang kuliah Fakultas Hukum ini ternyata dibunuh sahabatnya sendiri, Muhammad Rasya Hasibuan atau SYA (19), yang nekat menghabisinya usai menghisap ganja (nyimeng) bersama karena terdesak cicilan sepeda motor.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan temuan ini langsung menggerakkan kepolisian, setelah kakak korban, Diva, curiga lantaran adiknya tak merespons sejak sehari sebelumnya.

"Dalam hitungan jam, misteri itu terbuka. Pelakunya justru orang terdekat, Muhammad Rasya Hasibuan (19), sahabat masa kecil korban," demikian dikatakan Kombes Calvijn dalam konferensi pers, Rabu (19/11/2025).

“Nyimeng” Bareng, Tidur Searah, Berujung Pembunuhan

Kapolrestabes Medan menjelaskan motif pembunuhan yang ternyata sepele tetapi mematikan, hanya karena pelaku terlilit utang cicilan sepeda motor.

“Pelaku terdesak masalah cicilan motor. Itu yang memicu ia mengambil jalan kekerasan dan pencurian,” ujar Calvijn.

Dari hasil penyelidikan, peristiwa ini bermula Rabu sore .

SYA datang ke depan rumah Bonio dengan alasan mencari pakan ikan.

Mereka lalu nongkrong, membeli ganja seharga Rp10 ribu, kemudian menghisapnya bersama di kamar rumah korban.

Setelah “nyimeng”, keduanya rebahan. Bonio tidur di ranjang atas, SYA di bawah. Namun saat malam bergulir ke Kamis pukul 00.30 WIB, suasana berubah menjadi gelap.

Dengan gunting dan linggis yang sudah ia siapkan, SYA menyerang sahabatnya itu dalam keadaan tertidur.

Aksi brutal itu berlangsung hampir dua jam, hingga memastikan korban tak lagi bernyawa.

Jasad Diseret, Rumah Dikunci, Pelaku Kabur Membawa Motor Korban

Setelah memastikan Bonio meninggal, pelaku menyeret tubuh korban ke kamar, menjarah motor Honda Vario, dompet, dan ponsel korban.

Ia kemudian menutup pintu rumah dan mengunci pagar sebelum kabur ke Tanjung Balai.

Dalam pelariannya, sebagian alat bukti, pisau, linggis, dan setengah bilah gunting, dibuangnya di perjalanan.

Namun pelarian SYA tak lama.

Berkat koordinasi tim Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak, ia ditangkap saat berusaha kembali ke Medan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.