Sinata.id - Warga Kampung Bojong Loa, Desa Gandasoli, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta heboh. Seorang remaja perempuan ditemukan tak bernyawa di aliran sungai kecil dekat area persawahan. Tubuhnya nyaris setengah telanjang. Awalnya, warga yang melintas bahkan mengira sosok itu hanyalah boneka.
Penemuan jasad itu bermula Sabtu sore (18/10/2025), sekitar pukul 14.30 WIB. Beberapa anak kecil yang sedang bermain di sekitar sungai melihat sesuatu mengambang di bawah jembatan. Mereka memanggil warga bernama Hoti, yang semula tak mempercayai ucapan anak-anak itu. Namun rasa penasaran membawanya mendekat, dan ia langsung terkejut.
"Awalnya saya kira boneka, tapi setelah saya lihat lebih dekat, ternyata tubuh manusia. Saya langsung panggil kepala RT dan RW," tutur Hoti, dikutip Selasa (21/10/2025).
Tak lama berselang, warga berbondong-bondong datang. Polisi dari Polsek Plered segera turun tangan, memasang garis polisi, dan mengevakuasi jasad korban ke RS Bayu Asih Purwakarta. Tubuh remaja itu kemudian diidentifikasi sebagai Jesika (15), siswi SMP asal Desa Cadasmekar, Kecamatan Tegalwaru.
Korban Hilang Dua Hari Sebelum Ditemukan
Dari keterangan keluarga, Jesika sudah tak terlihat sejak Kamis (16/10/2025). Orang tuanya, terutama sang ibu, Mimi (32), sempat panik karena anak gadisnya tak kunjung pulang.
“Katanya dijemput teman perempuan sore-sore. Alasannya mau kerja kelompok. Tapi sejak itu HP-nya enggak aktif,” ujar Mimi.
Kecurigaan keluarga muncul ketika Jesika tak bisa dihubungi dan barang-barang pribadinya, termasuk telepon genggam, menghilang.
Kabar penemuan mayat di sungai Bojong Loa pun membuat Mimi tersentak. Ia langsung mengenali celana dan pakaian dalam yang dipakai korban, barang yang baru saja ia belikan.
“Saya langsung lemas waktu tahu itu anak saya. Celana dan BH-nya baru saya beli minggu lalu,” katanya lirih.
Malam harinya, jenazah Jesika dibawa ke RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung untuk diautopsi.
Setelah pemeriksaan, jenazah dipulangkan ke rumah keluarga. Tangis pecah begitu peti jenazah tiba.
Ayah dan ibu Jesika jatuh pingsan, sementara tetangga dan teman-teman sekolahnya datang berduyun-duyun untuk melayat.
Meski hujan deras mengguyur pemakaman, prosesi berlangsung khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar di sela-sela isak tangis warga yang mengiringi kepergian sang remaja malang.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.