Aplikasi: Ajukan pertanyaan yang mendalam, jangan terburu-buru menghakimi, dan jadilah sahabat yang baik bagi mereka yang belum mengenal Kristus.
4. Menyampaikan Injil Kristus dengan Keberanian dan Hikmat
Ketika pintu hati sudah terbuka, sampaikan inti Injil (Kabar Baik) dengan jelas: kasih Allah, dosa manusia, pengorbanan Kristus di salib, kebangkitan-Nya, dan keselamatan melalui iman. Jangan mengandalkan kepintaran kata-kata sendiri, melainkan otoritas Firman Allah.
Firman Tuhan: Rasul Paulus tidak mengandalkan hikmat duniawi, melainkan kuasa Roh.
Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak bijaksana dengan kata-kata yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, melainkan pada kekuatan Allah. (1 Korintus 2:4-5)
Aplikasi: Pelajari cara menyampaikan Injil secara sederhana (misalnya menggunakan metode Jembatan Keselamatan atau Empat Hukum Rohani), namun tetap bersandar penuh pada urapan Roh Kudus saat menyampaikannya.
5. Menantang untuk Mengambil Keputusan (Pertobatan)
Pemberitaan Injil harus bermuara pada undangan bagi jiwa tersebut untuk merespons kasih Allah. Roh Kudus adalah Pribadi yang menginsafkan dunia akan dosa. Tugas kita adalah memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Firman Tuhan: Khotbah Petrus yang dipimpin Roh Kudus membuat hati pendengarnya terharu.
Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu..." (Kisah Para Rasul 2:37-38)
Aplikasi: Dengan kasih dan kelembutan, tanyakan apakah mereka rindu menerima keselamatan tersebut. Jika ya, bimbing mereka dalam doa pertobatan (doa keselamatan).
6. Melakukan Pemuridan dan Integrasi ke dalam Jemaat
Tugas PEMBERITA NJIL tidak berhenti sampai seseorang berdoa menerima Yesus. Jiwa baru tersebut adalah "bayi rohani" yang membutuhkan makanan rohani dan bimbingan agar imannya bertumbuh dan berakar kuat.
Firman Tuhan: Perintah Agung Yesus.
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." (Matius 28:19-20)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.