MENU
πŸ“Siantar πŸ“Simalungun πŸ“Medan πŸ“Singkil πŸ“Taput πŸ“Sibolga
Membersihkan Telinga Sembarangan Picu Cedera
WA FB
Hiburan

Membersihkan Telinga Sembarangan Picu Cedera

T Editor : Tumpal Pandapotan | 24 Mar 2026 | 22:57 WIB
Membersihkan Telinga Sembarangan Picu Cedera
fed181e7-3e71-4d71-827f-a5fcac850851_article_image_url

Jakarta, Sinata.id - Kebiasaan membersihkan telinga secara mandiri dengan alat seperti cotton bud masih banyak dilakukan masyarakat, padahal praktik tersebut berisiko menimbulkan cedera dan gangguan kesehatan.

Temuan dari studi yang dipublikasikan di National Library of Medicine menunjukkan sebagian besar responden rutin membersihkan telinga sendiri, dan tidak sedikit yang pernah mengalami luka akibat tindakan tersebut.

Secara medis, telinga memiliki mekanisme pembersihan alami. Lapisan kulit di dalam liang telinga akan mengelupas dan bergerak keluar secara perlahan sambil membawa serumen atau kotoran telinga. Proses ini memungkinkan telinga tetap bersih tanpa perlu intervensi hingga ke bagian dalam.

Namun, penggunaan cotton bud atau benda lain yang dimasukkan terlalu dalam justru dapat mendorong kotoran semakin masuk dan menumpuk.

Kondisi ini dikenal sebagai cerumen impaction atau sumbatan kotoran telinga, yang menjadi penyebab utama munculnya keluhan, bukan karena telinga jarang dibersihkan.

Penumpukan serumen dapat menimbulkan berbagai gejala, antara lain nyeri, rasa gatal, sensasi penuh atau tersumbat pada telinga, hingga penurunan kemampuan mendengar.

Dalam kondisi tertentu, sumbatan juga dapat menghambat pemeriksaan medis dan berisiko berkembang menjadi infeksi telinga luar atau Otitis externa.

Terkait penggunaan cairan pembersih telinga, American Medical Association menyebutkan bahan seperti hidrogen peroksida dapat digunakan untuk membantu melunakkan kotoran dalam kondisi tertentu.

Meski demikian, penggunaannya tidak disarankan secara sembarangan, terutama pada individu dengan riwayat operasi telinga, gendang telinga berlubang, atau keluhan seperti telinga kering dan iritasi karena dapat memperparah kondisi.

Selain kebersihan, faktor lain yang memengaruhi kesehatan telinga adalah paparan suara. Paparan kebisingan berlebih dalam jangka panjang diketahui dapat menyebabkan gangguan pendengaran, sehingga penggunaan pelindung telinga diperlukan pada lingkungan dengan intensitas suara tinggi.

Praktik yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan telinga meliputi membersihkan bagian luar telinga saja, tidak memasukkan benda ke dalam liang telinga, serta segera memeriksakan diri ke tenaga medis jika muncul keluhan.

Dalam banyak kasus, telinga justru dapat berfungsi optimal tanpa pembersihan berlebihan, selama mekanisme alaminya tidak terganggu. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.