Mengapa Kasih Lebih Besar dari Iman dan Pengharapan? Inilah Kunci Membedakan Orang yang Benar-Benar Mengenal Allah
Oleh: Pastor Dion Panomban
Abba Home Family Rabu, 3 Desember 2025.
Kasih selalu ditempatkan sebagai yang terbesar dibandingkan iman maupun pengharapan. Alasannya sangat sederhana namun mendalam: Allah adalah Kasih.
Alkitab tidak pernah menyebut Allah sebagai “iman” atau “pengharapan”, bahkan tidak juga menyebut Allah sebagai “mujizat”, walaupun Ia adalah Allah yang sanggup melakukan segala mujizat.
Karena itulah Rasul Yohanes menegaskan, barangsiapa tidak mengasihi, maka ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih itu sendiri.
Yesus memberikan pedoman penting kepada umat-Nya untuk membedakan ajaran dan kehidupan yang benar dari yang menyesatkan, yaitu melihat buahnya. Buah adalah perbuatan.
Sebaik apa pun seseorang berbicara tentang Tuhan, ukuran utamanya tetaplah terlihat dari buah hidupnya. Bila buah yang keluar adalah buah daging, maka perlu kewaspadaan. Karena itu setiap orang percaya diajak untuk menguji dirinya: Bagaimana dengan buah hidupmu? Adakah buah pertobatan dan buah Roh nyata dalam keseharianmu?
*Pembacaan Alkitab*
1 Yohanes 2:3-6 (TB)
(3) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
(4) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
(5) Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
(6) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
*Pertanyaan Perenungan*
1. Apa tanda kita mengenal Allah? (ay. 3)
2. Saat kapan orang menjadi pendusta dan tidak memiliki kebenaran? (ay. 4)
3. Menurutmu, apa itu mengenal Allah? (ay. 3–4)
4. Bagaimana seharusnya orang yang hidup dalam Allah? (ay. 5–6)
5. Kapan kasih Allah menjadi sempurna dalam hidup kita? (ay. 5)
6. Apakah anda sudah hidup seperti Kristus hidup? (ay. 6)
Tetap semangat dalam bersaat teduh.
“Teruslah bertumbuh dalam kasih Kristus, sebab dari buah hidupmulah dunia melihat siapa Allah yang bekerja di dalam dirimu.”(A27).