Pematangsiantar, Sinata.id – Penelitian terbaru mengungkap peran penting hewan peliharaan dalam dunia medis, khususnya dalam upaya pengobatan kanker.
Seperti dilansir Kamis (19/3/2026), studi internasional menunjukkan bahwa penelitian terhadap kanker pada kucing berpotensi membuka jalan baru dalam terapi kanker pada manusia.
Dalam riset tersebut, para peneliti mengumpulkan hampir 500 sampel tumor kucing dari lima negara untuk menganalisis perubahan genetik yang memicu kanker. Hasil analisis menemukan adanya kemiripan genetik antara kanker pada kucing, manusia, dan anjing, terutama pada gen pemicu tumor.
Salah satu gen yang menjadi sorotan adalah gen FBXW7. Mutasi gen ini ditemukan pada lebih dari 50 persen kasus tumor payudara pada kucing yang diteliti. Pada manusia, mutasi gen FBXW7 juga diketahui berkaitan dengan prognosis kanker payudara yang lebih buruk.
Temuan ini menunjukkan adanya kesamaan pola genetika kanker antarspesies, sehingga membuka peluang penelitian lintas bidang untuk pengembangan terapi yang lebih efektif.
Selain kanker payudara, penelitian juga mengidentifikasi kesamaan gen pada berbagai jenis tumor lain pada kucing, seperti kanker darah, tulang, paru-paru, kulit, saluran pencernaan, hingga sistem saraf pusat.
Para peneliti menggunakan pendekatan One Medicine, yaitu kolaborasi antara kedokteran manusia dan kedokteran hewan. Pendekatan ini memungkinkan hasil penelitian di satu bidang diterapkan untuk kemajuan di bidang lainnya.
Dalam pengujian laboratorium, beberapa obat kemoterapi menunjukkan efektivitas yang lebih baik pada tumor kucing dengan mutasi gen FBXW7. Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan penerapannya secara luas.
Riset ini melibatkan sejumlah lembaga terkemuka, seperti Wellcome Sanger Institute dan University of Guelph. Para peneliti menilai temuan ini sebagai langkah penting dalam memahami genetika kanker pada kucing yang selama ini masih terbatas.
Louise Van Der Weyden dari Wellcome Sanger Institute menyatakan bahwa hasil penelitian ini membuka peluang pengembangan metode diagnosis dan terapi kanker yang lebih presisi, baik untuk hewan maupun manusia.
Penemuan ini tidak hanya berdampak pada dunia kedokteran hewan, tetapi juga memberikan harapan baru dalam pengembangan pengobatan kanker pada manusia. Para ahli meyakini bahwa studi terhadap kanker pada kucing dapat membantu memahami mekanisme perkembangan kanker, pengaruh lingkungan, serta optimalisasi terapi di masa depan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.