Pada hari yang sama, pukul 11.59 WITA, Pos Komando Crisis Center Basarnas menerima laporan penemuan satu jenazah berjenis kelamin laki-laki yang selanjutnya dievakuasi dari lokasi.
Menjelang malam, pukul 18.30 WITA, dilakukan rapat koordinasi seluruh unsur terkait untuk memantau perkembangan operasi pencarian.
Memasuki Senin (19/1), koordinasi kembali digelar di posko terdekat lokasi kejadian yang berada di Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkajene.
Dudy menyampaikan, kondisi cuaca hujan dengan awan tebal sejak pagi hingga sore hari menghambat proses evakuasi. Medan di sekitar lokasi kecelakaan juga dilaporkan sangat terjal dan licin.
“Medan yang kami lihat disana adalah medan yang cukup terjal dengan kemiringan kurang lebih hampir sampai dengan 70-80 derajat dengan kondisi licin dan hujan, sehingga menyulitkan, mungkin nanti dari Basarnas bisa menyampaikan detailnya,” ungkap Dudy.
Pada hari yang sama, Basarnas kembali melaporkan penemuan satu jenazah korban berjenis kelamin perempuan.
Seluruh bagian pesawat yang ditemukan direncanakan dikumpulkan di Lanud Hasanuddin untuk kepentingan penanganan lanjutan.
“Jadi saat ini dari pihak Basarnas telah menyiapkan lokasi yang disiapkan oleh Komandan Lanud Hasanuddin untuk menempatkan tempat untuk semua bagian-bagian dari pesawat yang akan dikumpulkan di Lanud Hasanuddin. Kemudian untuk proses identifikasi akan dilakukan oleh DVI dari Kepolisian Polda Sulawesi Selatan,” kata Dudy.
Hingga saat ini, sekitar 1.200 personel dilaporkan terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi. Pemerintah masih menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab kecelakaan. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.