MENU
Menkeu Purbaya Siap Intervensi Pasar Obligasi demi Stabilkan Rupiah
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Menkeu Purbaya Siap Intervensi Pasar Obligasi demi Stabilkan Rupiah

T Editor : Tigor Munthe | 18 May 2026 | 20:26 WIB
Menkeu Purbaya Siap Intervensi Pasar Obligasi demi Stabilkan Rupiah
Menkeu Purbaya. (Foto: Ist)

Menteri Keuangan Purbaya memastikan pemerintah akan lebih agresif masuk ke pasar obligasi untuk membantu menstabilkan nilai tukar rupiah. Pemerintah berharap langkah itu mampu memperkuat sentimen pasar sekaligus menjaga stabilitas rupiah.

Jakarta, Sinata.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa memastikan pemerintah terus mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar global.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan masuk lebih aktif ke pasar obligasi melalui skema Dana Stabilisasi Obligasi atau Bond Stabilization Fund.

Purbaya mengatakan pemerintah akan melakukan intervensi bertahap di pasar obligasi guna menjaga stabilitas imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) sekaligus memperkuat sentimen positif terhadap rupiah.

Bahkan, ia menegaskan akan terlibat langsung setiap hari di pasar obligasi untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali.

“Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” ujar Purbaya.

Purbaya menyebut itu usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Menurut Purbaya, pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp2 triliun per hari untuk masuk ke pasar obligasi.

Dana tersebut berasal dari pengelolaan kas pemerintah atau cash management sehingga tidak akan mengganggu kondisi fiskal negara.

Ia menjelaskan intervensi di pasar obligasi penting dilakukan untuk menahan lonjakan yield SBN yang berpotensi memicu capital loss bagi investor asing.

Jika yield meningkat terlalu tinggi, investor asing dikhawatirkan menarik modalnya dari Indonesia dan memperbesar tekanan terhadap rupiah.

“Dengan sentimen positif, biasanya asing juga akan turut masuk ke pasar,” katanya dilansir dari Antara. 

Langkah pemerintah ini dilakukan setelah nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Senin menjadi Rp17.668 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya Rp17.597 per dolar AS.

Sebelumnya, pada 12 Mei 2026 lalu, Purbaya juga telah menyatakan kesiapan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar obligasi demi membantu meredam tekanan terhadap mata uang rupiah.

Pemerintah berharap intervensi aktif di pasar obligasi dapat memperkuat kepercayaan investor sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.