MENU
Minum Teh Setelah Makan Kurangi Penyerapan Zat Besi
WA FB
Hiburan

Minum Teh Setelah Makan Kurangi Penyerapan Zat Besi

T Editor : Tumpal Pandapotan | 10 Feb 2026 | 15:49 WIB
Minum Teh Setelah Makan Kurangi Penyerapan Zat Besi
Teh

Jakarta, Sinata.id - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan masyarakat mengenai risiko kesehatan di balik kebiasaan mengonsumsi teh sesaat setelah makan. Kandungan senyawa dalam teh diketahui dapat menghambat penyerapan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kepala Pusat Riset (PR) Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Sofa Fajriah, menjelaskan bahwa teh mengandung senyawa tanin dan kafein. Jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan, kedua zat ini secara signifikan mengganggu proses penyerapan zat gizi, terutama zat besi, kalsium, dan zinc.

"Teh yang diminum bersamaan dengan makanan bisa berdampak pada penyerapan zat gizi tertentu," ujar Sofa seperti diwartakan CNN, dikutip pada Selasa (10/2)

Risiko Gangguan Kesehatan

Berdasarkan sejumlah riset, kandungan tanin dalam teh mampu menurunkan penyerapan zat besi dari sumber nabati—seperti sayuran, tahu, dan tempe—hingga mencapai 37 persen. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko memicu anemia dan gangguan kesehatan lainnya.

Kelompok yang paling rentan terhadap dampak negatif ini adalah remaja, perempuan usia produktif, serta ibu hamil yang memiliki kebutuhan zat besi tinggi. Selain masalah nutrisi, konsumsi teh langsung setelah makan juga dapat memicu:

- Gangguan pencernaan: Seperti perut kembung atau nyeri pada ulu hati.

- Masalah metabolik: Potensi kenaikan berat badan dan kadar gula darah akibat tambahan gula dalam teh manis.

Rekomendasi Waktu Konsumsi

Untuk mendapatkan manfaat optimal tanpa mengganggu pencernaan, Sofa menyarankan masyarakat untuk memberikan jeda waktu. Idealnya, teh diminum satu jam setelah makan atau 30 menit sebelum makan untuk membantu hidrasi dan kontrol porsi.

Batas konsumsi harian yang dianjurkan adalah dua hingga tiga gelas per hari. Sebagai alternatif pendamping makan yang lebih sehat, masyarakat disarankan beralih ke air putih atau jus buah segar tanpa pemanis tambahan.

Manfaat Teh 

Meski memiliki risiko jika dikonsumsi di waktu yang salah, BRIN menegaskan bahwa teh tetap memiliki nilai kesehatan yang tinggi.

Kandungan katekin dan flavonoid di dalamnya berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, mengatur metabolisme lemak, serta mengurangi stres oksidatif pada pembuluh darah.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.