MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Misteri Plain of Jars Laos Terungkap, Arkeolog Temukan Rangka Manusia...
WA FB
Sains & Teknologi

Misteri Plain of Jars Laos Terungkap, Arkeolog Temukan Rangka Manusia di Guci Batu

J Editor : Jansen Siahaan | 20 May 2026 | 09:00 WIB
Misteri Plain of Jars Laos Terungkap, Arkeolog Temukan Rangka Manusia di Guci Batu
Guci kematian manusia purba. (wikimedia)

Vientiane, Sinata.id – Misteri yang selama ini menyelimuti situs arkeologi legendaris Plain of Jars di Laos mulai terungkap.

Untuk pertama kalinya, tim arkeolog menemukan sisa rangka manusia di dalam sebuah guci batu raksasa kuno di kawasan tersebut.

Penemuan ini memperkuat teori lama yang menyebut ribuan guci batu di Plain of Jars digunakan dalam ritual pemakaman kuno. Namun, guci tersebut diduga bukan menjadi tempat pemakaman akhir, melainkan wadah kolektif untuk menyimpan jasad yang telah mengalami proses pembusukan.

Guci Batu Digunakan untuk Pemakaman Kolektif

Guci batu yang diberi nama “Jar 1” ditemukan di Situs 75, Dataran Tinggi Xieng Khouang, Laos bagian utara. Dibandingkan lebih dari 2.000 guci lain di kawasan tersebut, Jar 1 memiliki ukuran yang sangat besar dengan diameter mencapai 2,05 meter.

Arkeolog dari James Cook University Australia, Nicholas Skopal, mengatakan guci tersebut memiliki karakteristik unik.

“Ini merupakan salah satu guci terbesar yang pernah ditemukan di Laos. Struktur dindingnya tebal dengan dasar yang luas dan bentuk menyerupai mangkuk,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Saat proses ekskavasi dilakukan, tim peneliti menemukan susunan tulang manusia yang tertata rapi di dalam guci. Tengkorak manusia disusun di bagian tepi dalam, sementara tulang tangan dan kaki dikelompokkan di bagian tengah.

Penemuan itu mengindikasikan adanya ritual pemakaman sekunder, yakni proses pemindahan tulang setelah jasad mengalami pembusukan di lokasi lain.

Digunakan Selama Hampir 300 Tahun

Melalui uji penanggalan radiokarbon terhadap sampel gigi manusia, para peneliti menemukan bahwa sisa rangka di dalam guci berasal dari periode 890 hingga 1160 Masehi.

Artinya, guci tersebut digunakan secara berulang selama hampir 300 tahun sebagai tempat penyimpanan tulang bagi komunitas atau keluarga besar di wilayah itu sekitar 1.200 tahun lalu.

Para ilmuwan kini berencana melakukan analisis DNA kuno untuk mengetahui hubungan biologis antarindividu yang ditemukan di dalam guci batu tersebut.

Bukti Perdagangan Kuno Asia Tenggara

Selain tulang manusia, arkeolog juga menemukan ribuan manik-manik kaca berwarna di dalam guci. Hasil penelitian menunjukkan manik-manik tersebut berasal dari India.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.