MENU
Mobil Masuk Jurang di Pakpak Bharat, Pencarian Korban Dihentikan Semen...
WA FB
Hukum & Peristiwa

Mobil Masuk Jurang di Pakpak Bharat, Pencarian Korban Dihentikan Sementara

J Editor : Jansen Siahaan | 07 Apr 2026 | 09:31 WIB
Mobil Masuk Jurang di Pakpak Bharat, Pencarian Korban Dihentikan Sementara
Proses pencarian korban di Sungai Lae Kombih. (polrespakpakbharat)

Salak, Sinata.id — Operasi pencarian korban dan kendaraan dalam kecelakaan lalu lintas tunggal di Kabupaten Pakpak Bharat resmi dihentikan sementara setelah berlangsung selama tujuh hari tanpa hasil.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di ruas jalan Dusun Buludidi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STU Jehe. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi BK 1213 SP dilaporkan terjatuh ke jurang yang mengarah ke aliran Sungai Lae Kombih. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Rudi Simanjuntak dengan seorang penumpang, Risma Tumangger.

Keputusan penghentian sementara operasi pencarian disampaikan oleh pihak kepolisian melalui perwakilan di lapangan kepada keluarga korban dan unsur terkait pada Senin (6/4/2026). Tim gabungan menyatakan bahwa berbagai upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal sejak hari pertama kejadian.

Selama proses pencarian, tim yang terdiri dari personel kepolisian, Basarnas Provinsi Sumatera Utara, BPBD Kabupaten Pakpak Bharat, serta masyarakat setempat telah menyisir lokasi kejadian hingga aliran sungai di sekitar area tersebut. Namun, hingga hari ketujuh, keberadaan kendaraan maupun korban belum berhasil ditemukan.

Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam operasi ini. Lokasi jatuhnya kendaraan berada di area jurang dengan akses yang sulit dijangkau. Selain itu, faktor cuaca yang tidak menentu turut memperberat proses pencarian. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air Sungai Lae Kombih meningkat dan arus menjadi deras, sehingga membahayakan keselamatan tim di lapangan.

Meskipun operasi pencarian aktif dihentikan sementara, pihak terkait memastikan bahwa pemantauan di lokasi kejadian tetap dilakukan. Koordinasi dengan masyarakat setempat juga terus dijaga guna memperoleh informasi apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau kendaraan.

Tim gabungan membuka kemungkinan untuk melanjutkan kembali pencarian apabila kondisi memungkinkan atau terdapat perkembangan baru di lapangan.

Pihak keluarga korban menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam proses pencarian, termasuk aparat kepolisian, Basarnas, BPBD, relawan, serta warga sekitar.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat kondisi geografis wilayah yang rawan kecelakaan, terutama pada jalur dengan kontur ekstrem dan minim penerangan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan tersebut, khususnya pada malam hari dan saat cuaca buruk. (SN8)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.