Pematangsiantar, Sinata.id – Kreator konten sekaligus pengusaha Mohan Hazian akhirnya memberikan klarifikasi terkait dugaan kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang menyeret namanya dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Melalui unggahan Instagram Story di akun @mohanhazian, pemilik jenama Thanksinsomnia itu menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikannya bukan merupakan bentuk pengakuan atas tuduhan yang beredar dalam utas viral di platform X.
“Halo, gue Mohan Hazian. Pasti kalian sudah tahu dari X tentang inisial M yang berseliweran. Di sini gue mau menjelaskan bukan karena gue merasa atau gue orang yang dituduhkan oleh beliau,” ujar Mohan dalam unggahannya, seperti dilansir Senin (9/2/2026).
Dampak terhadap Keluarga dan Bisnis
Mohan menjelaskan, klarifikasi tersebut disampaikan karena narasi yang berkembang dinilainya telah berdampak serius terhadap kehidupan pribadi, keluarga, serta bisnis yang ia jalankan. Ia menegaskan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak pernah ia lakukan.
“Karena narasinya sudah beredar dan berefek ke gue, ke brand gue, terutama ke keluarga gue, padahal tuduhan yang dituduhkan itu tidak gue lakukan,” ucapnya.
Menurut Mohan, isu tersebut sangat merugikan dirinya dan orang-orang di sekitarnya yang tidak mengetahui duduk perkara sebenarnya. Salah satu dampak yang ia sebutkan adalah ditariknya buku-buku karyanya dari peredaran oleh penerbit Shira Media.
“Ini sangat merugikan gue dan orang-orang di sekitar gue yang enggak tahu apa-apa tentang masalah ini,” lanjutnya.
Bantah Seluruh Tuduhan
Dalam pernyataannya, Mohan secara tegas membantah seluruh tudingan pelecehan dan kekerasan seksual yang dialamatkan kepadanya. Ia menilai tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
“Intinya, semua tuduhan ini adalah tuduhan yang tidak berdasar,” tegas Mohan.
Sebagai langkah lanjutan, Mohan menyatakan akan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat untuk menjelaskan secara terbuka duduk perkara yang sebenarnya dan membersihkan namanya dari tuduhan tersebut.
Awal Mula Kasus Viral
Sebelumnya, dugaan kasus ini mencuat setelah seorang perempuan bernama Saa mengunggah utas di akun X miliknya pada 8 Februari 2026. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh pemilik jenama berinisial M saat menjalani pekerjaan sebagai talent pemotretan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.