Senada dengan itu, peneliti dari German Institute for International and Security Affairs, Hamidreza Azizi, menyebut para pejabat Iran berada dalam posisi sulit.
“Mereka harus menyeimbangkan tekanan domestik dan tuntutan diplomasi internasional dalam situasi yang sangat sensitif,” ujarnya.
Ali Vaez kembali menegaskan, ketidakhadiran Mojtaba justru dimanfaatkan oleh elite politik untuk melegitimasi berbagai kebijakan.
“Selama ia tidak muncul, tidak ada bantahan langsung. Hal ini memberi ruang bagi pejabat untuk mengaitkan keputusan kepada dirinya,” tegas Vaez.
Situasi ini membuat AS kesulitan menentukan pihak yang benar-benar memegang kendali di Iran. Struktur kekuasaan yang terdesentralisasi menyebabkan proses diplomasi menjadi lebih panjang dan kompleks. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.