MENU
MUA Dea Halipa Akui Dapat Ancaman Pembunuhan, Dituduh Sholat Pakai Muk...
WA FB
News

MUA Dea Halipa Akui Dapat Ancaman Pembunuhan, Dituduh Sholat Pakai Mukenah

R Editor : Redaksi Sinata | 16 Nov 2025 | 20:43 WIB
MUA Dea Halipa Akui Dapat Ancaman Pembunuhan, Dituduh Sholat Pakai Mukenah
MUA Dea Halipa asal Lombok yang juga pria berhijab, bantah tuduhan sholat pakai mukenah dan mengaku menerima ancaman pembunuhan. (Ist)

Sinata.id - Polemik mengenai viralnya sosok MUA Dea Halipa atau Dea Lipha asal Lombok memasuki babak baru. Setelah identitasnya terungkap sebagai Deni Apriadi Rahman, seorang pria yang tampil berhijab saat merias pengantin dan wisudawati, kini ia menghadapi rentetan tuduhan termasuk klaim bahwa ia sholat menggunakan mukenah di masjid, hingga berujung pada ancaman pembunuhan.

Melalui sebuah konferensi pers di Mataram, Deni akhirnya muncul ke publik untuk mengklarifikasi berbagai narasi liar yang menghantam dirinya dalam beberapa hari terakhir.

“Saya Tidak Pernah Sholat Pakai Mukenah di Masjid”

Dalam pernyataannya, Deni membantah tegas tuduhan paling sensitif yang beredar, yakni bahwa ia pernah menggunakan mukenah perempuan saat beribadah.

“Tuduhan saya memakai mukenah dalam ibadah itu tidak benar sama sekali. Saya menghormati tempat ibadah, tata cara, dan aturan yang berlaku,” tegasnya, dikutip Minggu (16/11/2025).

Ia menyebut bahwa unggahan-unggahan yang memuat narasi tersebut adalah fitnah yang menyakiti dirinya dan keluarganya.

Sementara itu, sejumlah akun di media sosial mengunggah potongan foto dan video Dea dengan narasi yang ia sebut sebagai “rekayasa.”

Termasuk tuduhan bahwa ia menyamar untuk mendekati perempuan atau menipu laki-laki di dunia maya.

Deni dengan suara bergetar mengatakan bahwa sebagian besar fitnah tersebut menyebar tanpa konfirmasi, menyebabkan stigma yang makin berat.

“Banyak foto saya dipakai dan ditambahi cerita yang tidak pernah saya lakukan,” katanya.

Dari Hinaan hingga Teror Pembunuhan

Kasus ini bukan sekadar komentar negatif biasa.

Dea Halipa mengaku menerima ribuan pesan berisi cacian, bahkan ada yang mengarah pada ancaman pembunuhan.

“Saya menerima pesan yang mengatakan saya pantas mati. Ada yang mengancam akan mencari keberadaan saya,” ucapnya sambil menahan tangis.

Ancaman tersebut membuat kondisi mentalnya menurun drastis.

Dea Akui Sempat Dua Kali Coba Akhiri Hidup

Tekanan yang datang bertubi-tubi akhirnya membuat Deni mengakui bahwa ia berada pada titik terendah dalam hidupnya.

“Saya sempat dua kali kehilangan kendali dan mencoba mengakhiri hidup saya sendiri,” ungkapnya.

Ia menyebut merasa terpojok setelah dihujani tuduhan tanpa henti, sementara sebagian masyarakat mempercayai begitu saja narasi yang beredar.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.