MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
NASA Temukan Senyawa Organik Baru di Mars, Perkuat Dugaan Planet Perna...
WA FB
Sains & Teknologi

NASA Temukan Senyawa Organik Baru di Mars, Perkuat Dugaan Planet Pernah Layak Huni

J Editor : Jansen Siahaan | 22 Apr 2026 | 09:30 WIB
NASA Temukan Senyawa Organik Baru di Mars, Perkuat Dugaan Planet Pernah Layak Huni
Ilustrasi Planet Mars. (esa)

Washington, Sinata.id – Penelitian terbaru yang dilakukan oleh wahana penjelajah NASA Curiosity Rover mengungkap penemuan sejumlah senyawa organik baru di permukaan Mars.

Temuan ini memperkuat upaya ilmiah untuk memahami apakah Planet Merah pernah memiliki kondisi yang mendukung kehidupan.

Dalam studi yang dipublikasikan di Nature Communications, para peneliti melaporkan bahwa lima dari tujuh senyawa organik berbeda yang terdeteksi pada batuan Mars belum pernah ditemukan sebelumnya di planet tersebut. Batuan itu berasal dari dasar danau purba di dekat garis khatulistiwa Mars.

Senyawa organik merupakan molekul berbasis karbon yang menjadi komponen utama kehidupan di Bumi. Hingga saat ini, puluhan senyawa organik telah diidentifikasi di Mars, meskipun para ilmuwan menegaskan bahwa seluruh senyawa tersebut juga dapat terbentuk melalui proses non-biologis.

Mars Pernah Lebih Hangat dan Basah

Mars diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, hampir bersamaan dengan Bumi. Pada masa awal sejarahnya, planet ini diduga memiliki kondisi yang lebih hangat dan basah dibandingkan saat ini yang dingin dan kering.

Sampel batuan yang dianalisis diperkirakan berusia setidaknya 3,5 miliar tahun, berasal dari sedimen yang terbentuk akibat aliran air purba. Kondisi tersebut dinilai sebagai lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba.

Astrobiolog Amy Williams dari University of Florida, yang juga menjadi penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa temuan tersebut memperkuat indikasi bahwa Mars pernah menjadi planet yang layak huni.

“Kami belum dapat menyimpulkan bahwa Mars pernah memiliki kehidupan, tetapi temuan ini semakin memperkuat bukti bahwa Mars adalah dunia yang layak huni pada masa ketika kehidupan di Bumi mulai muncul,” ujarnya.

Eksperimen Canggih di Permukaan Mars

Penelitian ini dilakukan menggunakan instrumen Sample Analysis at Mars yang berada di dalam Curiosity Rover. Sampel batuan diambil dari area “Mary Anning” di Kawah Gale, wilayah yang dikenal memiliki mineral lempung kaya jejak air purba.

Batuan tersebut diproses menggunakan reaksi kimia untuk memecah material organik kompleks menjadi bagian yang lebih kecil sehingga dapat dianalisis oleh instrumen rover. Salah satu metode yang digunakan adalah bahan kimia tetramethylammonium hydroxide (TMAH), yang membantu mengurai molekul kompleks.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.