Washington, Sinata.id — Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) berpeluang kembali mengirim manusia ke Bulan pada tahun ini melalui misi Artemis II.
Menurut laporan Daily Mail, peluncuran Artemis II dapat dilakukan paling cepat pada 6 Februari 2026. Misi ini menjadi langkah penting dalam program eksplorasi Bulan jangka panjang Amerika Serikat.
Administrator baru NASA, Jared Isaacman, menyebutkan bahwa ke depan Amerika tidak hanya kembali ke Bulan, tetapi juga membangun infrastruktur permanen di sana.
“Dalam tiga tahun ke depan, kita akan mendaratkan kembali astronot Amerika di Bulan, tetapi kali ini dengan infrastruktur untuk menetap,” ujar Isaacman dalam wawancara dengan NBC News, seperti dilansir Rabu (14/1/2026).
Astronot yang akan terlibat dalam misi Artemis II antara lain Victor Glover, Christina Koch, Reid Wiseman, serta astronot Badan Antariksa Kanada (Canadian Space Agency), Jeremy Hansen.
Meski demikian, misi Artemis II tidak mencakup pendaratan di permukaan Bulan. Pendaratan manusia pertama dalam rangkaian program Artemis akan dilakukan pada misi Artemis III, yang saat ini direncanakan berlangsung pada tahun 2027.
Program Artemis sendiri pertama kali diluncurkan pada masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump periode pertama. Bulan lalu, Trump kembali menegaskan ambisi antariksa Amerika dengan menandatangani perintah eksekutif berjudul “Ensuring American Space Superiority” atau Memastikan Keunggulan Antariksa Amerika.
“Keunggulan di ruang angkasa merupakan ukuran visi dan kemauan nasional. Teknologi yang dikembangkan Amerika untuk mencapainya memberikan kontribusi besar terhadap kekuatan, keamanan, dan kemakmuran bangsa,” demikian bunyi perintah eksekutif tersebut.
Perintah itu juga menegaskan bahwa AS harus mengejar kebijakan antariksa yang memperluas batas penemuan manusia, mengamankan kepentingan ekonomi dan keamanan nasional, mendorong pengembangan komersial, serta meletakkan dasar bagi era baru eksplorasi antariksa. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.