Washington, Sinata.id - Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela dinilai memiliki kepentingan strategis yang melampaui upaya pergantian rezim.
Langkah tersebut disebut bertujuan memutus jalur akses China terhadap pasokan minyak mentah Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Analisis itu disampaikan jurnalis investigasi veteran asal Amerika Serikat, Seymour Hersh. Ia menilai kebijakan Washington terhadap Caracas didorong oleh kekhawatiran meningkatnya peran China sebagai pembeli utama minyak mentah berat Venezuela dengan harga relatif murah.
“Prioritas utama Presiden Donald Trump adalah menghentikan aliran minyak Venezuela ke China, yang dipandang sebagai pesaing ekonomi utama Amerika Serikat,” tulis Hersh dalam artikel terbarunya yang dipublikasikan di situs pribadinya, Kamis lalu.
Menurut Hersh, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi lebih luas untuk membatasi pengaruh Beijing dalam sektor energi global.
Ia bahkan mengklaim bahwa setelah Venezuela, Iran berpotensi menjadi sasaran berikutnya.
Negara Timur Tengah itu disebut sebagai pemasok energi penting bagi China dengan cadangan minyak mentah terbesar keempat di dunia.
Hersh juga menyoroti kondisi Iran yang dinilai tengah melemah akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Juni lalu, ditambah tekanan domestik berupa gelombang protes yang masih berlangsung.
Pernyataan sejalan juga muncul dari lingkaran pemerintahan Trump. Wakil Kepala Staf Gedung Putih sekaligus penasihat keamanan dalam negeri, Stephen Miller, menegaskan ketidakwajaran jika negara di kawasan dekat Amerika justru menjadi pemasok sumber daya strategis bagi rival Washington.
“Sangat tidak masuk akal membiarkan negara di halaman belakang kita sendiri memasok sumber daya bagi musuh, tetapi tidak untuk kita,” ujar Miller dalam wawancara dengan CNN, Senin.
Sikap serupa disampaikan Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Michael Waltz.
Dalam sidang Dewan Keamanan PBB, ia menegaskan bahwa cadangan energi terbesar dunia tidak seharusnya berada di bawah kendali pihak yang dianggap bermusuhan dengan Amerika Serikat.
Sementara itu, laporan ABC News pada Selasa mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump menekan Venezuela agar memutus hubungan ekonomi dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.