MENU
Pahami Kebun Teh Juga Warisan Sejarah, PTPN IV Sebatas Optimalkan Laha...
WA FB
Regional

Pahami Kebun Teh Juga Warisan Sejarah, PTPN IV Sebatas Optimalkan Lahan Tidur 

G Editor : Gunawan Purba | 05 Oct 2025 | 16:03 WIB
Pahami Kebun Teh Juga Warisan Sejarah, PTPN IV Sebatas Optimalkan Lahan Tidur 
dji_fly_20250809_102006_375_1754707247168_photo

Katanya, dua tahun belakangan ini, performa unit usaha kebun teh milik PTPN IV Region II menunjukkan lonjakan signifikan, dengan meraih prestasi tingkat nasional.

"Teranyar keberhasilan Teh Butong memenangkan National Tea Competition (NTC) 2025 di Yogyakarta pada 22 Mei 2025. Dalam ajang kompetisi bergengsi itu, Pabrik Teh Tobasari PTPN IV Regiona II juga sebagai salah satu pemenang," ungkap Ridho.

Selain itu, tahun 2024, unit kebun dan pabrik teh PTPN IV Regional II juga menerima penghargaan Turn Around Terbaik, sebuah apresiasi untuk unit usaha non-core PTPN IV PalmCo yang berhasil bangkit dari keterpurukan.

Bangkit dari keterpurukan dilalui, setelah dua dekade lebih menghadapi tantangan berat dalam profitabilitas. Saat ini Kebun Teh Bah Butong berhasil memperoleh laba positif untuk pertama kalinya sejak 25 tahun terakhir. Persisnya, hingga Mei 2025.

Lanjutnya, produk teh PTPN IV Regional II, yakni Teh Butong dan Teh Tobasari, saat ini telah menjangkau pasar yang lebih luas,  dan masuk dalam segmen premium. Produk pun telah dipercaya menjadi sajian eksklusif pada sejumlah hotel ternama, termasuk Hotel Sinabung Hills Berastagi di Kabupaten Karo.

Langkah itu diharapkan tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi. Tetapi, juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar, serta memperkuat posisi teh sebagai bagian dari kekayaan budaya dan lingkungan di Sumatera Utara.

Prestasi-prestasi itu, tandas Ridho, merupakan bukti, sekaligus komitmen PTPN IV Regional II untuk terus mempertahankan dan mengoptimalkan kebun-kebun teh yang ada di Simalungun.

PTPN IV juga sangat memperhatikan aspek konservasi dalam langkah pengendalian banjir, dengan sejumlah program. Seperti penyiapan embung dan pendalaman parit di sepanjang lebih dari 3 kilometer, dengan lebar 2 dan 3 meter. Juga program pengendalian lainnya.

"Perusahaan akan selalu berupaya, agar optimalisasi lahan memberi banyak manfaat bagi masyarakat, dan tetap menjaga ekosistem kawasan Sidamanik," pungkasnya. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.