Washington, Sinata.id - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, mengecam meningkatnya kekerasan yang dilakukan pasukan Israel dan kelompok pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, yang dilaporkan terus berlanjut hingga pekan ini.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers pada Senin (23/3).
Ia menegaskan bahwa serangan terbaru oleh pemukim Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat menargetkan warga sipil Palestina beserta rumah dan harta benda mereka.
Menurut PBB, intensitas serangan oleh pemukim meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir, dengan insiden yang terjadi hampir setiap hari.
Kekerasan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan properti, bahkan dalam sejumlah kasus memaksa warga Palestina meninggalkan tempat tinggal mereka.
PBB kembali menegaskan bahwa aktivitas permukiman Israel di wilayah pendudukan tidak memiliki dasar hukum dan melanggar hukum internasional, termasuk resolusi-resolusi yang telah ditetapkan lembaga tersebut.
Dalam konteks itu, pemerintah Israel disebut memiliki kewajiban sebagai kekuatan pendudukan untuk melindungi warga sipil Palestina dan menindak pihak-pihak yang terlibat dalam kekerasan.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa sejak dimulainya operasi militer Israel di Gaza pada Oktober 2023, sedikitnya 1.133 warga Palestina tewas di Tepi Barat, sekitar 11.700 orang terluka, dan sekitar 22.000 lainnya ditangkap.
Pada Februari lalu saja, tercatat lebih dari 500 serangan oleh pemukim di wilayah tersebut, dengan korban jiwa dilaporkan.
Putusan Mahkamah Internasional pada Juli 2024 juga menyatakan bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina ilegal dan menyerukan pembongkaran seluruh permukiman di Tepi Barat serta Yerusalem Timur.
Di lapangan, kekerasan terbaru dilaporkan terjadi di wilayah selatan Hebron. Menurut kantor berita Palestina WAFA, sekelompok pemukim membakar rumah warga di kawasan Masafer Yatta, termasuk di desa At-Tuwani. Aktivis lokal menyebut serangan disertai aksi vandalisme berupa coretan bernada rasial di dinding bangunan.
Sementara itu di Gaza, serangan udara Israel dilaporkan terus berlangsung. Pada Minggu (22/3), serangan di sekitar kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah menewaskan sedikitnya empat orang.
Serangan lain sebelumnya juga terjadi di kawasan Zeitoun, Gaza City, yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.