“Kami memilih tidak berkumpul di masjid dalam situasi seperti ini. Keselamatan dan ketenangan komunitas menjadi prioritas,” ujarnya.
Rifi juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada komunitas Yahudi, yang turut menjadi korban dalam tragedi tersebut. Ia mengaku mengenal secara pribadi beberapa korban dan telah menyampaikan dukungan langsung kepada keluarga mereka.
“Ini adalah tragedi yang mengguncang semua pihak. Kami berdiri bersama para korban dan mengecam keras para pelaku,” katanya.
Menurut Rifi, peristiwa tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga berpotensi merusak kohesi sosial yang dalam beberapa tahun terakhir dinilainya sudah melemah akibat retorika yang memecah belah. Ia menilai tujuan pelaku bukan hanya membunuh, tetapi juga menciptakan ketakutan dan perpecahan di tengah masyarakat.
“Kita tidak boleh membiarkan tujuan itu tercapai. Setiap warga harus berperan menjaga persatuan,” tegasnya.
Di tengah tragedi, Rifi juga menyoroti aksi heroik seorang saksi mata, Ahmed Al Ahmed, yang berani merebut senjata dari salah satu pelaku meski ditembak dua kali. Fakta bahwa Ahmed merupakan seorang Muslim dinilai menjadi pesan kuat tentang nilai kemanusiaan lintas agama.
“Tindakan itu menunjukkan bahwa kemanusiaan dan solidaritas jauh lebih kuat daripada ideologi kekerasan,” ujar Rifi.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa aksi teror di Pantai Bondi merupakan tindakan biadab dan kriminal yang sama sekali tidak mencerminkan komunitas mana pun, termasuk umat Muslim di Australia. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.