Simalungun, Sinata.id – Pemandian air mengalir (sungai) dengan kondisi airnya yang jernih di Huta Timuran, Nagori Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, cukup mengasyikkan. Bahkan membuat ketagihan untuk berkunjung kembali.
Pemandian Alam Sejuk (PAS) Timuran
Destinasi sungai ini lebih dikenal dengan nama Pemandian Alam Sejuk (PAS) Timuran. Letaknya, dari Kota Pematangsiantar sekira 13 Km.
Namun untuk tiba ke PAS Timuran dengan kendaraan roda 4, dari Kota Pematangsiantar bisa memakan waktu sekira 45 menit. Itu karena, sebagian jalan menuju ke sana kondisinya rusak parah. Bahkan, banyak ruas jalan kebun dan jalan “kampung” yang belum teraspal, alias masih jalan tanah dan bebatuan.
“Cukup lama juga sampe nya. Padahal gak jauh nya. Sebagian jalannya rusak, jalan tanah dan bebatuan. Maunya ada lah perhatian pemerintah untuk infrastruktur daerah wisata,” ucap L Sihombing, warga Kota Pematangsiantar yang tengah asyik menikmati jernihnya air sungai di Timuran bersama keluarganya, Sabtu 19 April 2025.
Sebagian warga sekitar, tampak memanfaatkan PAS sebagai sarana untuk menopang ekonomi keluarga. Baik dengan membuka lapak penyewaan tempat, lapak parkir, berjualan, penyewaan peralatan berenang dan lainnya.
Harga yang dikenakan warga untuk menunjang lokasi wisata PAS, tidaklah tergolong tinggi. Seperti biaya sewa tempat, masih ditemukan harga Rp 15 ribu. Meski ada juga yang mencapai Rp 50 ribu.
Sedangkan biaya sewa “ban” ukuran kecil, cuma Rp 5 ribu. Sedangkan “ban” ukuran besar Rp 10 ribu.
Di PAS Timuran, juga tersedia berbagai macam kuliner. Mulai dari mie goreng, nasi goreng, ayam bakar, ikan bakar, mie instan, cemilan dan banyak lagi lainnya. “Rasanya lumayanlah. Harganya juga tidak terlalu mahal untuk daerah wisata seperti ini,” ujar Fernando warga Sialang Buah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Kepala Dinas Pariwisata Simalungun Fikri Damanik mengatakan, soal jalan rusak menuju PAS Timuran sudah lama didiskusikan pihaknya dengan warga sekitar.
Bahkan anggaran untuk perbaikan jalan, sebut Fikri, sudah diajukan pada tahun 2024 yang lalu. Hanya saja, karena kebijakan nasional tentang refokusing (pemangkasan) anggaran, maka untuk tahun 2025 ini perbaikan jalan menuju PAS belum bisa dilakukan.
Katanya, tingkat pengunjung PAS tergolong tinggi. Dalam kondisi normal, dikisaran 3 ribu hingga 5 ribu pengunjung per bulannya. “Tapi kalau long weekend seperti kali ini, bisa jauh lebih banyak lagi,” ucap Fikri Damanik. (*)