Pematangsiantar, Sinata.id – Pemilik platform digital OnlyFans, Leonid Radvinsky, dilaporkan meninggal dunia pada usia 43 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker.
Radvinsky, yang lahir di Ukraina dan besar di Chicago, Amerika Serikat, diketahui mengakuisisi OnlyFans pada tahun 2018 dari dua pendirinya yang berbasis di Inggris. Sejak saat itu, ia berperan besar dalam mengembangkan platform tersebut hingga menjadi salah satu situs berlangganan konten terbesar di dunia.
Popularitas OnlyFans meningkat pesat selama pandemi Covid-19. Lonjakan pengguna dan transaksi membuat Radvinsky masuk dalam daftar miliarder versi Forbes hanya dalam waktu tiga tahun setelah akuisisi.
Dalam pernyataan resminya, Senin (23/3/3036) wasktu setempat, pihak OnlyFans menyebut bahwa Radvinsky meninggal dunia dengan tenang. Perusahaan juga meminta publik untuk menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan.
Didirikan pada 2016, OnlyFans merupakan platform media sosial yang memungkinkan kreator membagikan konten berupa foto dan video kepada pelanggan berbayar, baik melalui sistem langganan bulanan maupun pemberian tip.
Konten yang disajikan sangat beragam, mulai dari memasak hingga kebugaran. Namun, platform ini lebih dikenal luas karena konten dewasa serta fitur interaksi langsung antara kreator dan penggemar, seperti siaran langsung, pesan pribadi, dan permintaan konten khusus.
Sebagai penyedia layanan, OnlyFans mengambil komisi sebesar 20 persen dari setiap transaksi yang terjadi di platformnya.
Berdasarkan laporan terbaru yang diajukan ke Companies House, OnlyFans mencatat pendapatan sebesar 1,4 miliar dolar AS dari total transaksi yang melampaui 7 miliar poundsterling pada tahun 2024. Platform ini juga memiliki lebih dari 377 juta pengguna serta sekitar 4,6 juta kreator aktif.
Di balik pertumbuhan pesat tersebut, OnlyFans juga menghadapi berbagai sorotan dari regulator dan pembuat kebijakan, khususnya terkait konten dewasa.
Pada tahun 2024, regulator Inggris Ofcom sempat melakukan penyelidikan terkait kemungkinan akses anak di bawah umur terhadap konten pornografi. Meski penyelidikan tersebut dihentikan, perusahaan tetap dikenai denda sekitar 1 juta poundsterling karena dinilai tidak memberikan informasi yang akurat terkait sistem verifikasi usia pengguna.
Sebelumnya, OnlyFans juga mendapat kritik atas dugaan kegagalan dalam menangani konten ilegal, termasuk materi pelecehan seksual anak.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.