Pematangsiantar, Sinata.id - Pemko Pematangsiantar menggelar seminar bertema “Generasi Muda Tanpa Narkoba: Membangun Generasi Muda yang Berdaya Saing Menuju Generasi Emas 2045” di Ballroom Lantai 6 Hotel Sapadia, Senin (12/1/2026).
Kegiatan ini menyasar pelajar SMA/SMK sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sekaligus penguatan kapasitas generasi muda menghadapi tantangan global.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Founder Flush-Tech Olivia Nur Octora Silalahi, Kapolres Pematangsiantar Sah Udur Togi Marito Sitinjak, Ketua Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar Cindira, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar Frensi Purba.
Dalam sesi pemaparan, Olivia membagikan perjalanan hidup dan pendidikannya di Inggris sejak usia dini hingga berkarier sebagai akademisi di Manchester University.
Ia menceritakan pengalamannya hidup mandiri, menjalani pendidikan, bekerja paruh waktu, hingga terlibat dalam riset yang mengarah pada metode deteksi kanker melalui sampel urine.
Kepada para pelajar, Olivia menekankan pentingnya ketekunan belajar, keberanian menyampaikan pendapat, serta memilih lingkungan pergaulan yang mendukung cita-cita.
“Dan tentunya jauhi narkoba,” pesan Olivia kepada peserta.
Narasumber lainnya menekankan pesan serupa. Kapolres Sah Udur Togi Marito Sitinjak, Frensi Purba, dan Cindira mengingatkan pelajar agar selektif memilih pergaulan serta mengembangkan keterampilan diri agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Mereka menilai tantangan generasi muda semakin kompleks dan menuntut kesiapan mental serta kompetensi yang memadai.
Sebelumnya, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa tema seminar bukan sekadar slogan.
Menurutnya, Generasi Emas 2045 merupakan tanggung jawab bersama yang harus dipersiapkan sejak dini, mengingat pada momentum 100 tahun Indonesia merdeka generasi muda akan memegang peran strategis dalam berbagai sektor.
Wesly menyampaikan bahwa Pemko Pematangsiantar memandang generasi muda sebagai aset utama pembangunan.
Karena itu, penguatan daya saing tidak hanya bertumpu pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta semangat kolaborasi dan inovasi.
Ia berpesan agar pelajar memiliki mimpi besar yang diiringi disiplin, etika, dan kepedulian sosial.
Seminar yang dimoderatori Ronny Dicky Wijaya Sinaga tersebut berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan kuis berhadiah.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.