Pengungkapan berawal dari prnangkapan karyawan Studio 21 RS di dalam bar. Lalu pengembangan pun dilakukan polisi. Hingga selanjutnya berhasil menangkap JS alias M di kamar hotel yang masih satu bagian dari tempat karaoke tersebut. Dari kedua tersangka, disita 97 butir pil ekstasi dan happy five.
Tersangka JS merupakan Manajer Studio 21. Ia diduga sebagai pengatur keluar-masuknya ekstasi di lokasi hiburan malam tersebut.
Pengembangan terus berlanjut, hingga diketahui JS mendapat pasokan narkoba dari tersangka G yang ditangkap dari sebuah hotel di kawasan Danau Toba, Tomok, Kabupaten Samosir.
“Puluhan butir ekstasi diberikan oleh G kepada M untuk diedarkan di THM Studio 21,” ungkap Dirresnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak, pada Konprensi Pers 2 Mei 2025.
Hasil penjualan ekstasi kemudian disimpan oleh tersangka R melalui rekening pribadinya. Selain barang bukti narkotika, polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 9 juta.
Pengembangan kasus berlanjut, hingga polisi menangkap AM alias O di Kabupaten Serdang Bedagai. AM diduga sebagai pemasok utama narkoba ke jaringan G tersebut.
“AM menyerahkan 200 butir ekstasi kepada G, yang kemudian diteruskan ke M (JS) dan berakhir di tangan R. Ekstasi tersebut kemudian dijual kepada pengunjung Studio 21 dengan harga bervariasi,” papar Calvijn. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.