MENU
Pendakwah Inisial SAM Dilaporkan Dugaan Pelecehan Sesama Jenis, Nama S...
WA FB
Hiburan

Pendakwah Inisial SAM Dilaporkan Dugaan Pelecehan Sesama Jenis, Nama Syekh Ahmad Al Misry Disorot

J Editor : Jansen Siahaan | 14 Mar 2026 | 21:35 WIB
Pendakwah Inisial SAM Dilaporkan Dugaan Pelecehan Sesama Jenis, Nama Syekh Ahmad Al Misry Disorot
Syekh Ahmad Al Misry. (instagram/@ivan_gunawan)

Jakarta, Sinata.id – Nama Syekh Ahmad Al Misry menjadi sorotan publik setelah diduga terkait dengan pendakwah berinisial SAM yang dilaporkan dalam kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis.

Pendakwah yang dikenal sebagai pengisi acara keagamaan Damai Indonesiaku tersebut diketahui merupakan lulusan Fakultas Syariah Islamiyah dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Selain aktif berdakwah, ia juga pernah dipercaya menjadi juri dalam salah satu kompetisi penghafal Al-Qur’an di Indonesia. Ulama asal Mesir itu diketahui resmi menjadi Warga Negara Indonesia sejak tahun 2018.

Muncul Dugaan Kasus Pelecehan

Kasus ini mencuat setelah kuasa hukum korban, Benny Jehadu, menyebut sosok yang dilaporkan berinisial SAM dikenal publik sebagai pendakwah yang sering tampil di salah satu stasiun televisi swasta.

“Terlapor ini berinisial SAM dan sering mengisi salah satu acara di televisi swasta, salah satunya program Damai Indonesiaku,” ujar Benny saat ditemui di Bareskrim Polri, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, hingga saat ini terdapat lima orang yang melaporkan diri sebagai korban dalam kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Para korban disebut mengalami dampak psikologis yang cukup berat.

“Korban yang kami dampingi saat ini ada lima orang. Dalam kasus ini terdapat korban yang masih di bawah umur maupun yang sudah dewasa,” jelasnya.

Bukti dan Rentang Waktu Kejadian

Tim kuasa hukum korban juga mengaku telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik, antara lain percakapan digital, rekaman video, serta dokumen lain yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kuasa hukum lainnya, Wati Trisnawati, menyebut dugaan peristiwa itu terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang.

“Peristiwa yang dilaporkan diduga terjadi sejak tahun 2017 hingga 2025, dengan korban yang berbeda pada waktu yang berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam salah satu rekaman video yang diserahkan kepada penyidik terdapat momen klarifikasi atau permohonan maaf dari pihak terlapor kepada sejumlah tokoh ulama.

Respons Syekh Ahmad Al Misry

Sejak namanya dikaitkan dengan kasus tersebut, Syekh Ahmad Al Misry belum memberikan pernyataan resmi secara terbuka.

Namun melalui unggahan di media sosial, ia menyinggung soal fitnah dan keadilan. Dalam salah satu unggahannya, ia menulis pesan yang mengibaratkan fitnah sebagai perbuatan memakan bangkai saudara sendiri.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.