Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa kesamaan waktu tersebut belum bisa dijadikan bukti pasti adanya hubungan langsung antara badai Matahari dan gempa bumi.
Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memahami sejauh mana gangguan ionosfer dapat memengaruhi proses awal terjadinya gempa.
Ke depan, tim peneliti berencana menggabungkan teknologi tomografi ionosfer berbasis GNSS dengan data cuaca antariksa guna mempelajari hubungan tersebut secara lebih mendalam. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.