MENU
Penembakan di Sekolah Kanada Tewaskan 10 Orang, Pelaku Tewas
WA FB
Dunia

Penembakan di Sekolah Kanada Tewaskan 10 Orang, Pelaku Tewas

J Editor : Jansen Siahaan | 11 Feb 2026 | 15:11 WIB
Penembakan di Sekolah Kanada Tewaskan 10 Orang, Pelaku Tewas
Ilustrasi penembakan massal. (gettyimages)

Ottawa, Sinata.id — Insiden penembakan terjadi di Sekolah Menengah Tumbler Ridge, British Columbia, Kanada bagian barat, Selasa (10/2/2026) waktu setempat. Peristiwa tersebut menewaskan 10 orang, termasuk tersangka pelaku.

Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) menyatakan sembilan korban dan satu tersangka ditemukan tewas. Berdasarkan laporan Lembaga Penyiaran Publik Kanada (CBC), enam korban ditemukan meninggal di dalam gedung sekolah. Satu korban lainnya meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit akibat luka tembak.

Secara terpisah, dua jenazah ditemukan di sebuah rumah di komunitas Tumbler Ridge yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Polisi menyebut tersangka ditemukan tewas di dalam sekolah akibat luka yang diduga dilakukan sendiri.

Selain korban meninggal, sekitar 25 hingga 27 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan menjalani pemeriksaan di pusat medis setempat. Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.

Kronologi dan Tindakan Keamanan

Perintah berlindung di tempat (shelter-in-place) diberlakukan di Tumbler Ridge dan wilayah sekitarnya setelah kejadian. Status tersebut dicabut sekitar pukul 18.45 waktu setempat setelah situasi dinyatakan aman.

RCMP masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk menggeledah sejumlah rumah dan properti lain untuk memastikan tidak ada lokasi tambahan yang terkait dengan insiden tersebut.

Media setempat melaporkan bahwa pelaku adalah seorang perempuan. Namun, RCMP belum memberikan keterangan resmi terkait identitas maupun motif pelaku.

Kesaksian Siswa

Seorang siswa, Darian Quist, mengatakan kepada CBC bahwa dirinya sedang berada di kelas ketika pengumuman penguncian (lockdown) disampaikan.

“Awalnya saya tidak menyangka terjadi sesuatu yang serius. Namun, kemudian saya menerima foto-foto yang sangat mengganggu, dan saat itulah saya menyadari situasinya,” ujarnya.

Ia bersama siswa lain berada dalam kondisi terkunci selama lebih dari dua jam hingga aparat kepolisian masuk ke sekolah. Polisi kemudian mengawal para siswa keluar dengan prosedur pengamanan ketat.

Ibu Darian, Shelley Quist, mengaku lega saat akhirnya dapat memeluk putranya setelah situasi dinyatakan aman.

Respons Pemerintah

Perdana Menteri British Columbia, David Eby, menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi yang “tak terbayangkan”. Sementara itu, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyatakan dirinya sangat terpukul atas insiden penembakan yang disebutnya sebagai kejadian mengerikan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.