Pematangsiantar, Sinata.id – Penutupan drainase, lalu disewakan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar ke Rumah Sakit Vita Insani disikapi pengamat dan dikeluhkan warga.
Gembala Gereja Bala Keselamatan Pdt Elvan Diago keluhkan banjir di sekitar kawasan gereja tempat ia melakukan tugas pelayanan.
Gereja Bala Keselamatan terletak di Jalan Merdeka, Kota Pematangsiantar. Persisnya, bila dilihat dari Jalan Merdeka, gereja ini berada setelah beberapa ruko di sebelah kanan RS Vita Insani. Kemudian dari sisi lain, berada di depan gedung baru RS Vita Insani.
Pdt Elvan Diago mengatakan, ia bertugas di Gereja Bala Keselamatan sejak Juli 2024 lalu. Sejak ia tinggal bersama istrinya di lingkungan gereja, pendeta ini mengeluhkan banjir yang tingginya pernah mencapai 30 centimeter (cm).
Bahkan, sebut Elvan, air banjir pernah masuk hingga ke bagian dalam gereja. Sehingga mengganggu aktivitas ibadah dan aktivitas sehari-hari lainnya.
“Seminggu kami disini, ada dua kali banjir sampai masuk kedalam gereja, saya langsung lapor ke Lurah, dan setelah itu kami membuat surat ke wali kota,” ujar Elvan, Kamis, 28 Agustus.
Elvan menduga, banjir terjadi, dampak dari saluran air menuju drainase terlalu kecil. Keadaan itu, membuat air tidak bisa masuk ke drainase dengan maksimal, sehingga menyebabkan air tergenang, dan memasuki gereja. Selain itu, Elvan juga menduga tumpukan sampah, turut memperparah kondisi.
” Ya, salah satu dampak nya itu adalah air tersumbat dan tidak bisa mengalir sehingga meluap keluar, apalagi lubang parit nya yang kecil, bisa jadi banyak sampah yang menumpuk di parit itu,” ucapnya.
Katanya, keluhannya tersebut sempat direspon Pemko Pematangsiantar. Pertemuan dengan warga terdampak dan pihak RS Vita Insani pun dilakukan pemerintah. Namun pertemuan itu tidak menuntaskan masalah.
“Ditanggapilah itu, maka saya dan warga yang terkena dampak banjir itu diundang ke Kantor Wali Kota (Pematangsiantar), pihak RS Vita Insani pun juga ikut hadir, setelah itu mereka datang untuk memeriksa,” ungkap Pdt Elvan.
“Saya juga minta kepada media agar bisa disuarakan kepada pemerintah, agar gorong -gorong nya bisa diperbesar,” pintanya.
Keluhan yang nyaris sama juga dikatakan F, seorang pedagang keliling yang kerap mangkal di sekitar RS Vita Insani. F juga mengeluhkan banjir di sekitar Jalan Merdeka.
Sementara, pengamat Kota Pematangsiantar, Oktavianus Rumahorbo mengatakan, bangunan yang melanggar aturan harus dibongkar oleh pemerintah. Itu dilakukan demi menjaga keteraturan dan keselamatan kota.
“Pemko harus tegas, bangunan yang melanggar aturan harus di bongkar.
Drainase tidak boleh ditutup permanen, karena sangat rawan. Ketika mampet akibat sampah, bisa mengakibatkan banjir,” ucap Oktavianus. (SN15)