MENU
πŸ“Siantar πŸ“Simalungun πŸ“Medan πŸ“Singkil πŸ“Taput πŸ“Sibolga
Penganiayaan Sebabkan Kematian di Taman Bunga Masih Misterius, Diduga...
WA FB
Pematangsiantar

Penganiayaan Sebabkan Kematian di Taman Bunga Masih Misterius, Diduga OKP Terlibat

G Editor : Gunawan Purba | 05 Jun 2026 | 17:08 WIB
Penganiayaan Sebabkan Kematian di Taman Bunga Masih Misterius, Diduga OKP Terlibat
Ilustrasi penganiayaan (ft: AI)

Pematangsiantar, Sinata.id - Dugaan penganiayaan menyebabkan kematian terhadap JJM (24), warga Kecamatan Siantar Marihat, masih menyisakan tanda tanya dan menjadi perhatian masyarakat Kota Pematangsiantar.

JJM ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di kawasan Lapangan Merdeka, Taman Bunga, pada Kamis (28/5/2026). Korban kemudian mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan dalam kondisi kritis, korban diduga sempat terlibat dalam suatu peristiwa di lokasi kejadian. Namun, kronologi lengkap peristiwa tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum.

Salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengaku melihat korban didatangi beberapa orang sebelum ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

β€œKorban awalnya didatangi beberapa orang di lapangan. Setelah itu dibawa menggunakan mobil. Tidak lama kemudian, korban diantar kembali ke lokasi yang sama dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri,” ujar sumber tersebut.

Sejumlah informasi yang beredar di tengah masyarakat juga mengaitkan peristiwa itu dengan dugaan keterlibatan sejumlah oknum organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) tertentu. Namun, hingga saat ini informasi tersebut belum dapat diverifikasi dan belum mendapat konfirmasi dari pihak berwenang.

Keluarga korban diketahui telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Pematangsiantar dan meminta agar kasus itu diusut secara menyeluruh.

Upaya konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar melalui pesan WhatsApp hingga Kamis (4/6/2026) belum memperoleh tanggapan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak Humas Polres Pematangsiantar mengatakan akan melakukan pengecekan terhadap informasi yang berkembang. β€œKita tanyakan dulu,” ujar Nainggolan singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi terkait hasil penyelidikan maupun perkembangan penanganan kasus tersebut. (SN10)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.