MENU
Pengguna X Minta Grok Buka Sensor Foto Berkas Epstein, AI Disorot
WA FB
Dunia

Pengguna X Minta Grok Buka Sensor Foto Berkas Epstein, AI Disorot

J Editor : Jansen Siahaan | 12 Feb 2026 | 12:56 WIB
Pengguna X Minta Grok Buka Sensor Foto Berkas Epstein, AI Disorot
Ilustrasi Grok AI. (mashable)

Washington, Sinata.id – Beberapa hari setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) merilis 3,5 juta halaman dokumen terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, muncul gelombang permintaan dari pengguna platform X kepada chatbot Grok untuk menghapus atau “membuka” sensor (blur) pada wajah anak-anak dan perempuan dalam dokumen tersebut.

Sensor berupa kotak hitam itu sebelumnya dipasang untuk melindungi identitas dan privasi korban. Meski sejumlah korban telah memilih untuk mengungkap identitasnya secara terbuka, banyak lainnya tetap memilih anonim.

Dalam pernyataan bersama, 18 korban mengecam rilis dokumen tersebut. Mereka menilai publikasi itu justru mengungkap nama dan identitas korban, sementara pihak-pihak yang diduga melakukan pelecehan masih belum sepenuhnya terungkap.

Kesalahan Penyuntingan dan Risiko Privasi

Dokumen terbaru dirilis pada 30 Januari berdasarkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein. Namun, ribuan dokumen kemudian ditarik kembali akibat kesalahan penyuntingan yang, menurut pengacara korban, berpotensi membahayakan identitas hampir 100 korban.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah pengguna X mencoba membatalkan penyuntingan dengan meminta Grok membuka sensor pada gambar yang telah diburamkan secara resmi.

Investigasi Bellingcat menemukan lebih dari 20 foto dan satu video yang diunggah pengguna dengan permintaan agar Grok melakukan “unblur”. Gambar-gambar itu memperlihatkan anak-anak atau perempuan muda yang wajahnya telah ditutupi kotak hitam. Permintaan lain kemungkinan ada, tetapi tidak terdeteksi dalam penelusuran tersebut.

Beberapa foto memperlihatkan Epstein bersama anak-anak atau perempuan di berbagai lokasi, termasuk di pesawat dan kolam renang. Sejumlah tokoh publik juga disebut muncul dalam dokumen tersebut.

Respons Grok dan Perubahan Pengamanan

Dalam periode 30 Januari hingga 5 Februari, tercatat 31 permintaan terpisah kepada Grok untuk membuka sensor atau mengidentifikasi individu dalam gambar tersebut. Dalam sejumlah respons, Grok menyatakan bahwa wajah anak di bawah umur memang disamarkan untuk melindungi privasi sesuai standar penanganan gambar sensitif dan menegaskan tidak dapat membuka sensor atau mengidentifikasi mereka.

Namun demikian, dalam 27 dari 31 permintaan yang ditinjau, Grok tetap menghasilkan gambar berbasis AI sebagai tanggapan. Kualitas hasilnya beragam, mulai dari yang terlihat meyakinkan hingga yang jelas keliru.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.