Sebuah analisis Center for Countering Digital Hate menyebutkan bahwa Grok secara publik menghasilkan sekitar tiga juta gambar bernuansa seksual dalam kurun 11 hari, termasuk puluhan ribu gambar yang melibatkan anak-anak.
Menanggapi kritik, X mengumumkan pembaruan kebijakan untuk mencegah semua pengguna, termasuk pelanggan berbayar, menggunakan Grok untuk mengedit gambar orang sungguhan dengan pakaian terbuka atau manipulatif.
Perkembangan ini kembali memicu perdebatan global mengenai etika, regulasi, dan tanggung jawab platform dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.