MENU
Pentagon Guncang! Konflik Internal Militer AS di Tengah Perang Melawan...
WA FB
Dunia

Pentagon Guncang! Konflik Internal Militer AS di Tengah Perang Melawan Iran, 21 Jenderal Disebut Tersingkir

N Editor : Nida | 17 Apr 2026 | 20:49 WIB
Pentagon Guncang! Konflik Internal Militer AS di Tengah Perang Melawan Iran, 21 Jenderal Disebut Tersingkir
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara selama pengarahan tentang perang Iran (CNBC)

Jakarta, Sinata.id - Kekuatan militer Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan setelah operasi besar-besaran di kawasan konflik melawan Iran yang melibatkan lebih dari 13.000 sorti serangan udara. Dalam 38 hari operasi tersebut, pesawat tempur AS dilaporkan menghancurkan berbagai target strategis, mulai dari fasilitas industri hingga infrastruktur nuklir.

Namun di balik dominasi militer di medan perang, muncul gejolak serius di internal Pentagon yang kini disebut sedang mengalami konflik internal dan perpecahan di tubuh kepemimpinan.

Gelombang Pemecatan di Tubuh Militer AS

Situasi memanas setelah Menteri Perang AS Pete Hegseth melakukan serangkaian pemecatan terhadap perwira tinggi militer. Salah satu langkah paling kontroversial terjadi pada 2 April 2026, ketika ia memecat Jenderal Randy George bersama dua petinggi lainnya.

Langkah tersebut dinilai tidak lazim, terutama karena dilakukan saat AS masih terlibat dalam operasi militer besar di kawasan Timur Tengah. Banyak pihak menilai keputusan itu sebagai bagian dari “pembersihan internal” di jajaran militer.

Sejak menjabat, Hegseth disebut telah menyingkirkan sedikitnya 21 jenderal dengan berbagai latar belakang. Beberapa di antaranya diduga tidak diberikan alasan yang jelas selain perbedaan pandangan atau kebijakan internal.

Tuduhan Politisasi dan Ketegangan Internal

Sejumlah mantan pejabat militer AS menilai kondisi saat ini menunjukkan meningkatnya politisasi di tubuh militer. Mereka menyebut adanya ketegangan terkait budaya organisasi, termasuk perdebatan soal profesionalisme dan netralitas angkatan bersenjata.

Menurut pengamat dari American Enterprise Institute, Kori Schake, pemecatan dalam jumlah besar terhadap pejabat senior tanpa alasan jelas merupakan hal yang sangat tidak biasa dan berpotensi merusak sistem yang dibangun selama puluhan tahun.

Pengangkatan Pengganti dan Kontroversi Baru

Salah satu sorotan lain adalah pengangkatan Jenderal Christopher LaNeve sebagai pengganti Randy George. LaNeve sebelumnya merupakan asisten militer Hegseth, namun dinilai belum memiliki pengalaman cukup untuk memimpin Angkatan Darat AS yang memiliki peran strategis besar dalam perekrutan, pelatihan, hingga kesiapan tempur.

Meski demikian, sebagian pejabat menilai sejumlah pengganti yang ditunjuk masih memiliki kompetensi teknis yang memadai, meskipun tetap memunculkan perdebatan terkait proses seleksi yang dilakukan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.