MENU
Perampok Gasak Perhiasan Senilai Rp1,7 Triliun dalam 7 Menit di Museum...
WA FB
Dunia

Perampok Gasak Perhiasan Senilai Rp1,7 Triliun dalam 7 Menit di Museum Louvre

R Editor : Redaksi Sinata | 22 Oct 2025 | 18:07 WIB
Perampok Gasak Perhiasan Senilai Rp1,7 Triliun dalam 7 Menit di Museum Louvre
Polisi sedang berjaga di depan Museum Louvre, Prancis. (Cna)

Sinata.id - Kawanan perampok berhasil menggondol perhiasan kerajaan senilai 102 juta dolar AS atau sekitar Rp1,7 triliun dari Museum Louvre, simbol kebanggaan budaya dunia. Peristiwa yang berlangsung hanya tujuh menit ini membuat museum terbesar di dunia itu seolah lumpuh seketika.

Jaksa Paris Laure Beccuau mengonfirmasi angka fantastis kerugian tersebut pada Selasa (21/10/2025) waktu setempat, sembari menyebut bahwa luka terbesar dari insiden ini bukan hanya hilangnya nilai materi, tetapi juga lenyapnya sebagian warisan sejarah Prancis.

Direktur Louvre, Laurence des Cars, memilih bungkam sejak peristiwa yang terjadi pada siang bolong itu. Museum sempat ditutup dua hari penuh untuk penyelidikan dan baru dijadwalkan buka kembali pada Rabu (22/10/2025).

Penyidik meyakini pelaku berjumlah empat orang, yang datang dengan truk dan memanjat menuju Galeri Apollo, ruangan megah tempat menyimpan koleksi perhiasan kerajaan. Mereka menembus jendela menggunakan alat pemotong logam bertekanan tinggi, lalu menggasak etalase berisi perhiasan bersejarah.

Hanya dalam hitungan menit, kawanan itu kabur menggunakan skuter bertenaga besar, meninggalkan kekacauan di balik kaca pecah dan alarm yang terus meraung. Polisi kini menganalisis sidik jari, rekaman CCTV, serta jejak kendaraan yang diduga mengarah ke luar kota Paris.

Permata Sang Permaisuri Raib

Dari hasil penyelidikan awal, tercatat delapan artefak berharga hilang, di antaranya kalung zamrud dan berlian pemberian Napoleon I untuk Permaisuri Marie-Louise, serta diadem milik Permaisuri Eugénie yang bertabur hampir dua ribu berlian.

Beberapa sumber menyebut, salah satu mahkota sempat tertinggal di lokasi saat pelaku panik meninggalkan peralatan mereka. Namun, sebagian besar permata masih raib entah ke mana.

Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati menegaskan bahwa pencurian ini bukan sekadar kejahatan biasa. “Yang dicuri bukan hanya permata, tetapi sepotong jiwa bangsa,” ujarnya dalam wawancara eksklusif di televisi TF1.

Sistem Keamanan Louvre Lemah

Laporan sementara menunjukkan sistem keamanan museum tertinggal jauh dari standar ideal. Menurut catatan Badan Pemeriksa Keuangan Prancis (2019–2024), hanya 25 persen area museum yang tercakup oleh kamera pengawas.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.