Ratusan Rudal dan Drone Ditembakkan
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyebut dari 16 rudal balistik yang ditembakkan ke negara tersebut pada Sabtu, semuanya berhasil dicegat kecuali satu yang jatuh ke laut.
Sementara itu, dari 121 drone yang terdeteksi, sebanyak 119 berhasil ditembak jatuh, sedangkan dua lainnya jatuh di wilayah UEA.
Sejak konflik dimulai sepekan lalu, pemerintah UEA mengklaim telah mendeteksi sedikitnya 221 rudal balistik yang diarahkan ke wilayahnya. Jumlah drone yang terdeteksi bahkan telah melampaui 1.300 unit.
Serangan Meluas ke Negara Teluk Lain
Serangan tidak hanya menyasar Uni Emirat Arab. Sejumlah negara Teluk lainnya juga melaporkan pencegatan rudal dan drone di wilayah masing-masing.
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan militernya berhasil mencegat dua rudal yang menargetkan wilayah negara tersebut.
Sementara itu Kuwait melaporkan telah mencegat tujuh drone sejak Sabtu pagi. Pemerintah setempat menyebut serangan tersebut hanya menimbulkan kerusakan material akibat serpihan proyektil.
Di Bahrain, otoritas menyatakan telah mencegat 92 rudal dan 151 drone sejak dimulainya konflik yang mereka sebut sebagai “agresi brutal Iran”.
Pangkalan Militer Saudi Jadi Sasaran
Di Arab Saudi, kementerian pertahanan melaporkan telah menghancurkan tiga rudal balistik yang mengarah ke Prince Sultan Air Base, pangkalan udara yang diketahui menjadi lokasi penempatan pasukan Amerika Serikat (AS).
Militer Saudi juga menembak jatuh 17 drone yang terbang di atas ladang minyak Shaybah Oil Field di wilayah tenggara negara tersebut.
Ancaman terhadap Selat Hormuz turut meningkatkan kekhawatiran dunia. Jalur pelayaran ini merupakan titik transit utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk ke berbagai negara.
Yordania Tuding Iran Targetkan Wilayahnya
Ketegangan regional juga dirasakan Yordania. Militer negara tersebut menuduh Iran secara langsung menargetkan wilayahnya.
Juru bicara militer Yordania Mustafa Hayari mengatakan dalam sepekan terakhir Iran telah meluncurkan 119 rudal dan drone ke wilayah kerajaan tersebut.
Menurut Hayari, proyektil tersebut tidak sekadar melintas di wilayah udara Yordania, tetapi memang diarahkan ke sejumlah instalasi vital di negara tersebut.
Presiden Iran Sempat Minta Maaf
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sebelumnya sempat menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga di Timur Tengah atas serangan yang mengenai wilayah mereka.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.