MENU
Banner SINATA.ID
Perang Timur Tengah Bikin Tiket Pesawat Terancam Makin Mahal
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Perang Timur Tengah Bikin Tiket Pesawat Terancam Makin Mahal

J Editor : Jansen Siahaan | 13 Jun 2026 | 23:43 WIB
Perang Timur Tengah Bikin Tiket Pesawat Terancam Makin Mahal
Ilustrasi sejumlah maskapai penerbangan. (gettyimages)

Ia menilai proses normalisasi rantai pasok energi global tetap membutuhkan waktu antara empat hingga lima bulan meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah mulai membaik.

Puluhan Rute Penerbangan Terdampak

Sejumlah maskapai internasional telah mengumumkan penyesuaian operasional mereka.

British Airways menangguhkan penerbangan ke Doha hingga Agustus dan menunda layanan menuju Dubai, Tel Aviv, Bahrain, serta Amman hingga Oktober 2026.

Lufthansa Group memperpanjang penangguhan penerbangan ke sejumlah kota di Timur Tengah, termasuk Abu Dhabi, Beirut, Riyadh, Muscat, Erbil, dan Teheran hingga 24 Oktober 2026.

Air Canada menghentikan sementara penerbangan ke Tel Aviv dan Dubai hingga akhir Oktober, sementara Singapore Airlines memperpanjang penghentian layanan Singapura-Dubai hingga awal Agustus.

Maskapai lain seperti Air France-KLM, Finnair, Japan Airlines, Royal Air Maroc, Malaysia Airlines, hingga Wizz Air juga melakukan pembatalan maupun pengalihan rute untuk menghindari wilayah udara yang terdampak konflik.

Meski beberapa maskapai mulai memulihkan layanan secara bertahap, industri penerbangan global diperkirakan masih menghadapi tantangan besar hingga akhir tahun. Selain faktor keamanan, tingginya harga energi dan penyesuaian kapasitas penerbangan berpotensi membuat tarif tiket tetap mahal bagi para pelaku perjalanan internasional. (A02)


ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.