MENU
Permata Bersejarah Dicuri, Prancis Tutup Museum Louvre
WA FB
Berita

Permata Bersejarah Dicuri, Prancis Tutup Museum Louvre

R Editor : Redaksi Sinata | 20 Oct 2025 | 15:36 WIB
Permata Bersejarah Dicuri, Prancis Tutup Museum Louvre
Permata sejarah Prancis, termasuk mahkota berlian Permaisuri Eugénie, dicuri dari Museum Louvre dalam serangan cepat dan terencana. (AzatTV)

Sinata.id - Museum Louvre, ikon kebudayaan Prancis dan salah satu destinasi wisata paling terkenal di dunia, resmi ditutup pada Minggu (19/10/2025) waktu setempat, setelah aksi perampokan super terencana merobek jantung Paris. Sejumlah perhiasan kerajaan dengan nilai sejarah tak ternilai dilaporkan raib digondol pencuri dalam waktu hanya beberapa menit.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengonfirmasi bahwa kawanan perampok itu mengeksekusi aksinya dengan presisi tinggi. Dalam wawancaranya di radio France Inter, Nunez menyebut peristiwa ini sebagai “perampokan besar yang berlangsung sangat cepat.”

“Mereka jelas sudah menyiapkan semuanya dengan matang,” ujarnya.

Para pelaku diduga masuk lewat lift pengangkut furnitur setelah memotong kaca jendela dengan alat listrik bertekanan tinggi. Tak ada korban jiwa, namun yang hilang bukan sekadar benda, melainkan bagian dari sejarah bangsa.

Keterangan Menteri Kebudayaan Rachida Dati kepada televisi TF1 memperjelas skala kejahatan ini. Kawanan perampok berhasil menembus Galeri Apollon, ruangan legendaris tempat disimpannya koleksi permata mahkota Prancis sejak tahun 1887.

“Delapan artefak bernilai warisan tak ternilai telah dicuri,” ungkap Dati.

Barang-barang itu termasuk tiara dan kalung safir milik Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense, kalung serta anting zamrud milik Marie-Louise, Bros reliquary berlapis emas, dan tiara serta bros berbentuk pita milik Permaisuri Eugénie.

Menariknya, satu dari perhiasan, mahkota Permaisuri Eugénie yang dihiasi 1.354 berlian dan 56 zamrud, ditemukan kembali saat pelaku kabur meninggalkan peralatan mereka.

Perampokan Kilat di Jantung Keamanan Terketat Dunia

Perampokan ini digambarkan “sangat cepat dan brutal.” Lima petugas keamanan yang bertugas di area tersebut langsung bereaksi saat alarm berbunyi, namun para pelaku sudah menghilang sebelum bantuan datang.

Menurut laporan awal, tiga hingga empat orang datang menggunakan skuter bertenaga besar TMax sekitar pukul 09.30 pagi. Mereka melarikan diri dengan kecepatan tinggi, meninggalkan kekacauan di balik kaca dan vitrin yang hancur.

Kejaksaan Paris segera membuka penyelidikan dengan dugaan pencurian terorganisir dan konspirasi kriminal. Polisi kini memburu pelaku di seluruh wilayah Île-de-France, menggunakan rekaman CCTV dan jejak DNA yang tertinggal di lokasi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.