Berdasarkan informasi awal dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut), cuaca saat pesawat dilaporkan hilang kontak berada dalam kondisi sedikit berawan dengan jarak pandang sekitar delapan kilometer.
Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa di titik koordinat hilangnya pesawat terdapat awan cukup tebal dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada siang hingga sore hari.
BMKG juga memprakirakan wilayah Kabupaten Maros akan mengalami kombinasi awan dan potensi hujan ringan dalam beberapa hari ke depan.
Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan, termasuk potensi hujan lebat, banjir, dan angin kencang pada awal Januari 2026.
Menyikapi hal tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin mengerahkan personel TNI bersama tim gabungan untuk melanjutkan proses pencarian korban pesawat pada hari ini. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.