MENU
Peter Magyar Menang Pemilu Hongaria, Uni Eropa Lega, Trump Kena Dampak...
WA FB
Dunia

Peter Magyar Menang Pemilu Hongaria, Uni Eropa Lega, Trump Kena Dampaknya

J Editor : Jansen Siahaan | 16 Apr 2026 | 13:44 WIB
Peter Magyar Menang Pemilu Hongaria, Uni Eropa Lega, Trump Kena Dampaknya
Peter Magyar. (gettyimages)

Budapest, Sinata.id — Peter Magyar resmi menjadi Perdana Menteri Hongaria setelah memenangkan pemilu pada Minggu (12/4/2026).

Kemenangannya disambut para pemimpin Eropa dan dinilai sebagai pukulan bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Magyar berhasil menggeser posisi pendahulunya, Viktor Orban, yang telah berkuasa selama 16 tahun. Pergantian kepemimpinan ini disambut positif oleh sejumlah pemimpin Eropa.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan kelegaannya atas hasil pemilu tersebut. “Hongaria telah memilih Eropa,” tulisnya, seraya menilai negara itu kembali ke jalur integrasi Eropa.

Hal senada disampaikan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, yang menilai kemenangan Magyar sebagai kembalinya Hongaria ke arus utama politik Eropa.

Dampak bagi Uni Eropa

Kemenangan Magyar dinilai sebagai sinyal positif bagi Uni Eropa. Selama ini, kepemimpinan Viktor Orban kerap menjadi hambatan dalam pengambilan keputusan kolektif di Uni Eropa.

Orban beberapa kali memveto kebijakan penting, termasuk dukungan finansial bagi Ukraina. Selain itu, kebijakannya dinilai memperlambat sanksi terhadap Rusia terkait invasi ke Ukraina.

Hubungan Orban dengan Uni Eropa juga kerap memanas karena kedekatannya dengan Rusia. Bahkan, Komisi Eropa sempat menangguhkan pendanaan miliaran euro kepada Hongaria karena dinilai melanggar prinsip demokrasi, supremasi hukum, dan pemberantasan korupsi.

Berbeda dengan Orban, Magyar dianggap sebagai politisi sayap kanan yang lebih moderat. Ia menyatakan kesediaannya untuk memperbaiki hubungan dengan Uni Eropa dan membuka ruang kompromi.

“Saya yakin akan ada perdebatan, tetapi kami tidak datang ke Uni Eropa hanya untuk berkonflik,” ujar Magyar.

Dampak bagi Amerika Serikat

Kekalahan Viktor Orban juga dikaitkan dengan melemahnya pengaruh jaringan populisme sayap kanan global yang selama ini beririsan dengan Trump.

Orban dikenal sebagai sekutu dekat Trump. Mantan penasihat Trump, Steve Bannon, bahkan pernah menyebut Orban sebagai “Trump sebelum Trump”.

Dalam pemilu terakhir, Trump secara terbuka mendukung Orban, sementara Orban juga konsisten mendukung kembalinya Trump ke Gedung Putih. Kedekatan ini bahkan ditandai dengan kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke Hongaria menjelang pemilu.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.