Namun, di balik itu terdapat tantangan logistik, seperti koordinasi lintas negara, perizinan stadion, hingga pengamanan di tiga yurisdiksi berbeda.
Kolaborasi dengan Platform Digital
Untuk menjangkau audiens yang lebih luas, FIFA bekerja sama dengan YouTube sebagai platform distribusi konten digital.
Melalui kerja sama ini, penggemar dapat menyaksikan 10 menit awal pertandingan secara gratis, serta beberapa laga penuh yang disiarkan secara terbatas. Selain itu, FIFA juga membuka akses arsip pertandingan klasik melalui kanal resmi mereka.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan memperluas pengalaman menonton di era digital.
YouTube juga melibatkan kreator konten untuk menghadirkan perspektif baru, mulai dari analisis taktik hingga cerita di balik layar. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Justin Connolly yang menekankan pentingnya pengalaman interaktif bagi penggemar.
Kerja Sama dengan TikTok
Selain YouTube, FIFA juga menjalin kemitraan strategis dengan TikTok hingga akhir 2026.
Melalui platform ini, FIFA akan menghadirkan siaran langsung, klip pertandingan, konten eksklusif, hingga program kreator global. Pengguna juga dapat menikmati fitur interaktif seperti filter, stiker, dan elemen gamifikasi khusus Piala Dunia.
Turnamen Paling Ambisius
Dengan total 104 pertandingan yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di 16 kota, Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi turnamen paling ambisius dalam sejarah sepak bola.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi simbol globalisasi olahraga, perpaduan budaya, serta transformasi industri sepak bola modern yang semakin terintegrasi dengan teknologi dan media digital. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.