Susunan pemain lawan bisa berubah sewaktu-waktu, seperti potensi yang dimiliki tim Prancis yang bisa menukar pemain tunggal dan ganda.
“Kami harus siap dengan skenario terburuk. Misalnya tertinggal 0-2 lebih dulu. Kalau tidak siap secara mental, itu bisa mengejutkan saat pertandingan,” ujarnya.
Indonesia sendiri datang ke Thomas Cup dengan kombinasi menarik antara pemain senior dan generasi muda.
Nama-nama seperti Alwi Farhan, Ubaidillah, Raymond Indra, dan Nikolaus Joaquin dipadukan dengan pengalaman Jonatan Christie, Ginting, serta Fajar Alfian.
Menurut Ginting, tugas pemain senior bukan hanya bertanding, tetapi juga menjaga keseimbangan emosi para pemain muda agar tidak terlalu larut dalam euforia turnamen besar.
“Setiap hari kami mengingatkan pemain muda untuk mengontrol emosi, ekspektasi, dan semangat mereka. Anak muda biasanya penuh api, tapi harus tetap seimbang. Kami harus menenangkan mereka,” tutup Ginting.
Dengan pengalaman dan mental juara yang dimilikinya, Ginting bisa menjadi faktor pembeda bagi Indonesia dalam misi merebut kembali trofi Thomas Cup. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.